SportlinkNews - Salah satu masalah terbesar manajer Manchester United Erik ten Hag adalah memperbaiki pertahanan yang rapuh.
Peraih Piala Dunia asal Argentina, Lisandro Martinez absen hampir sepanjang musim karena cedera, yang membuat tim kehilangan pemain dominan.
Raphael Varane, dengan segala pengalamannya, tidak pernah benar-benar bangkit menghadapi tantangan Liga Primer, Harry Maguire tidak lagi disukai dan Jonny Evans sudah hampir memasuki masa senja kariernya.
Baca Juga: Kalahkan Manchester United Lewat Adu Penalti, Manchester City Akhiri Puasa Gelar Community Shield
Bek muda Prancis, Willy Kambwala diberi kesempatan, tetapi ia telah pindah ke Villarreal musim panas ini.
Tidak mengherankan jika Manchester United bergerak cepat untuk mengamankan salah satu bek tengah muda paling menjanjikan di dunia sepak bola dengan merekrut Lenny Yoro seharga 62 juta pounds dari Lille.
Sayangnya Yoro telah mengalami cedera di pramusim. Ia telah absen selama tiga bulan setelah menjalani operasi pada kaki kirinya.
Baca Juga: Leny Yoro Membawa Mimpi Buruk bagi Ten Hag, Pemain Belanda Ini Langsung Dikeker
Namun, merekrut satu pemain, bahkan yang berpotensi seperti Yoro, tidak akan cukup bagi United di bursa transfer kali ini.
Mereka sangat dikaitkan dengan pemain internasional Belanda berusia 24 tahun Matthijs de Ligt.
Meskipun belum mendekati masa puncaknya, De Ligt telah membangun banyak pengalaman dalam kariernya bersama Ajax, Juventus, dan Bayern Munich.
Ia telah bermain 45 kali di level senior untuk tim nasional Belanda.
Meskipun ia bukan tipe pemain bertahan yang sangat modern dan piawai dalam bermain bola, ia adalah pemain dengan kekuatan dan insting bertahan yang dapat membantu memperkuat pertahanan United yang, paling banter, lemah musim lalu.