Shin Tae-yong juga menyampaikan bahwa dua tahun pertama masa kepelatihannya di Indonesia adalah periode yang sangat melelahkan.
Baca Juga: Pelatih Persebaya Kecewa dengan Performa Flavio Silva, Kiper Ernando Ari Tampil Apik
Namun, kini ia mulai melihat hasil dari upaya tersebut.
"Selama 4 tahun 6 bulan ini, dua tahun pertama sangat melelahkan," ungkapnya.
"Tetapi sekarang saya mulai melihat hasil kerja keras itu. Dan kalau meninggalkan semua itu, sepertinya terlalu sayang dan bisa saja menyesal."
Lebih lanjut, Shin Tae-yong mengungkapkan kedekatannya dengan para pemain Timnas Indonesia, yang ia anggap seperti anak-anaknya sendiri.
"Para pemain yang setia kepada saya, seperti anak-anak saya sendiri, akan selalu ada di pikiran saya," ujarnya.
"Meskipun kami tidak berbicara dalam bahasa yang sama, mereka sangat polos dan selalu mendengarkan saya dengan baik. Hal-hal seperti itu yang paling menyentuh saya."
Baca Juga: Derbi Jateng Liga 1, Pelatih PSIS Sebut Skuat Mahesa Jenar Sedang Lapar Memburu Poin Kemenangan
Selain itu, Shin Tae-yong juga mengakui bahwa sebelum memperpanjang kontraknya dengan PSSI, ia sempat dihubungi oleh sekitar 10 tim yang tertarik merekrutnya.
Namun, tawaran-tawaran tersebut tidak pernah ia gunakan sebagai alat negosiasi dalam proses perpanjangan kontraknya dengan PSSI.
"Meski ada banyak sekali tawaran yang bagus, itu tidak pernah saya manfaatkan untuk bernegosiasi dengan PSSI sebagai persyaratan perpanjangan kontrak saya," katanya.
Baca Juga: Usai Drawing Grup AFC Champions League Two, Begini Komentar Pelatih Persib Bojan Hodak
Shin Tae-yong menjelaskan bahwa dalam pembicaraan dengan PSSI, fokusnya selalu pada bagaimana membangun masa depan sepak bola Indonesia.