Sebelum musim ini dimulai, Enzo Fernandez terlibat dalam insiden rasisme yang terjadi usai kemenangan Timnas Argentina di Copa America 2024.
Baca Juga: Real Madrid Terpeleset di Mallora, Begini Reaksi Carlo Ancelotti
Kasus ini muncul ketika Enzo dan beberapa rekan setimnya menyanyikan lagu bernada rasis saat melakukan live Instagram di dalam bus tim.
Lirik lagu tersebut jelas menyerang para pemain Timnas Prancis dengan kata-kata yang merendahkan dan penuh kebencian.
Dalam lirik lagu itu, mereka menyebut para pemain Prancis, termasuk Kylian Mbappe, sebagai "cometravas," istilah yang merujuk pada seseorang yang berhubungan seks dengan transgender, dan mengaitkan asal-usul mereka dengan negara-negara Afrika seperti Angola, Nigeria, dan Kamerun.
Baca Juga: Debut Mbappe Bersama Real Madrid Frustrasi di Mallorca
Lagu tersebut memang sempat populer di kalangan pendukung Argentina setelah kemenangan mereka di Piala Dunia 2022, tetapi kini kembali memicu kontroversi.
Akibat insiden tersebut, suasana ruang ganti Chelsea dilaporkan menjadi tidak kondusif.
Beberapa rekan setim Enzo di Chelsea bahkan mulai berhenti mengikuti akun Instagram sang gelandang, menunjukkan ketidaksetujuan mereka terhadap tindakan Enzo.
Baca Juga: Robert Sanchez di Balik Kekalahan Chelsea dari ManCity, Fans Sebut Tangannya Lemah
Meskipun akhirnya Enzo mendapat pemaafan dari klub, kasus ini meninggalkan dampak yang cukup besar terhadap hubungannya dengan pemain lain serta citranya di mata publik.
Dengan situasi yang semakin memanas, tak heran jika Enzo Fernandez kini menjadi sorotan negatif di Inggris, terutama di kalangan suporter Manchester City.
Sebagai kapten Chelsea, tantangan besar kini menantinya untuk membangun kembali kepercayaan baik di ruang ganti maupun di hadapan publik sepak bola Inggris.
Baca Juga: Barcelona Bisa Kembali Melakukan Transfer, Tapi Harus Memenuhi Persyaratan Terlebih Dahulu
Kasus ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga sikap profesional di dalam dan di luar lapangan, terutama bagi pemain yang berada di bawah sorotan dunia sepak bola internasional.***