Federasi secara terang-terangan menyampaikan bahwa Laos masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Indonesia dan Vietnam.
Baca Juga: Jorge Lorenzo Sebut Performa Marc Marquez Terbebani Cedera yang Dialaminya Empat Tahun Silam
"Ketika kami bertemu dengan federasi, mereka mengatakan kepada kami bahwa kami tidak bisa mengalahkan Indonesia dan Vietnam," ujarnya.
ASEAN Cup 2024 akan menjadi ujian pertama bagi Ha Hyeok-jun dalam memimpin Laos.
Turnamen ini akan menjadi arena di mana Laos diharapkan mampu menunjukkan peningkatan dan daya saing, meskipun sebelumnya mereka sering menjadi lumbung gol bagi tim-tim lain di Asia Tenggara.
Sebagai pelatih asal Korea Selatan, Ha menghadapi tekanan tambahan untuk setidaknya bisa menahan gempuran dari tim-tim besar seperti Indonesia dan Vietnam.
Ha menyadari bahwa ekspektasi terhadapnya sangat tinggi, terutama mengingat kesuksesan pelatih Korea lainnya di Asia Tenggara.
Ia menegaskan bahwa Laos harus menunjukkan kemampuan untuk bertahan dan bersaing, bukan hanya sekadar menghindari kekalahan telak.
Baca Juga: Dorna Sport Tunjuk Thailand sebagai Balap Pembuka MotoGP Tahun 2025 dan 2026
"Lebih dari perbedaan skor, saya ingin menunjukkan bahwa Laos dapat menahan tim mana pun," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menunjukkan semangat pantang menyerah dan potensi untuk berkembang.
"Saya pikir kami harus menunjukkan bahwa pelatih Korea (di Laos) sedang berubah, bahwa ia tidak mudah menyerah, dan bahwa kami memiliki potensi untuk berkembang," tutup Ha.
Baca Juga: Selain Makin Kompetitif, IBL 2024 Hadirkan Produktivitas Poin yang Meningkat Tajam
Dengan strategi yang keras, cepat, dan ketat, Ha Hyeok-jun berharap dapat membawa kejutan di ASEAN Cup 2024 dan membuktikan bahwa Laos bukan lagi tim yang mudah dikalahkan.