SportlinkNews - Data statistik menjadi salah satu poin dalam menilai performa pemain sepak bola. Selain keahlian dalam mengolah bola, kemampuan fisik pemain juga tercatat dalam statistik.
Seperti yang dilakukan pelatih Persib Bandung Bojan Hodak yang membuka hasil GPS teknologi sport science yang sering dikenakan pemainnya saat berlaga.
Data objektif yang menunjukkan performa fisik pemain sehingga bisa dibaca oleh staf pelatih sebagai acuan menilai performa penggawanya.
Baca Juga: Performa Tim Buruk, Manajemen PSBS Biak Pecat Pelatih Kepala Juan Esnaider
Pada laga di pekan ketiga antara Persib vs Arema FC di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung berhasil diketahui performa pemain Persib.
Gelandang Mateo Kocijan dan Dedi Kusnandar punya hasil mumpuni soal performa fisik. Hodak menyebutkan, kondisi fisik terbaik selalu dimiliki pemain berposisi gelandang, karena paling banyak berlari.
“Untuk di laga terakhir, Mateo (Kocijan) dan Dedi (Kusnandar). Biasanya memang gelandang karena mereka yang paling banyak berlari,” sebut Hodak.
Baca Juga: Liga 1 2024/2025 Pekan Keempat Kembali Bergulir Usai Jeda Kompetisi, Ini Jadwalnya
Lebih lanjut ia menyebutkan Marc Klok pun punya data statistik GPS yang bagus. Namun hasil yang mengejutkan dibuat Tyronne del Pino.
Rupanya pemain asal Spanyol itu meraih hasil statistik paling bagus daripada pemain lainnya.
“Marc juga selalu punya hasil yang bagus. Contoh hasil mengejutkan yang bisa saya sampaikan kepada kalian adalah Tyronne,” kata Hodak.
Baca Juga: Fasilitas Venue Belum Rampung Jadwal Pertandingan Bola Voli PON XXI Berubah
“Dia (Tyronne) punya hasil GPS yang bagus meskipun tidak banyak melakukan sprint tapi hasil dari GPS dia bagus. Selalu gelandang menjadi pemain yang tertinggi,” paparnya.
Teknologi GPS ini sudah tenar dipakai oleh kontestan BRI Liga 1 2024/25 sebagai alat penunjang tim pelatih dalam memantau kondisi pemainnya berdasarkan data yang valid dan objektif.