SportlinkNews - Paulo Fonseca, pelatih baru AC Milan, mendapatkan tekanan besar setelah timnya mengalami start buruk di Liga Italia musim 2024-2025.
Dalam tiga pertandingan awal Serie A, AC Milan gagal meraih kemenangan dan hanya mampu mengumpulkan dua poin, yang membuat mereka terperosok ke posisi ke-14 klasemen sementara.
Fonseca, yang menggantikan Stefano Pioli setelah pemecatan pelatih tersebut pada akhir musim lalu, diharapkan membawa angin segar bagi I Rossoneri.
Baca Juga: Penyerang Dewa United Alexis Messidoro: Kami Semakin Percaya Diri Menatap Laga Melawan Persija
Namun, ekspektasi tinggi itu belum terpenuhi, dan performa AC Milan yang kurang meyakinkan membuat posisinya kini mulai terancam.
Kinerja buruk AC Milan di awal musim ini langsung mendapat respons dari kelompok ultras mereka, Curva Sud Milano.
Dalam tiga pertandingan awal, Milan hanya mampu bermain imbang dua kali dan kalah sekali.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Rayakan 900 Gol, Al Nassr Ditahan Imbang oleh Al Ahli di Liga Arab Saudi
Kekalahan tersebut semakin terasa menyakitkan karena mereka takluk dari Parma, klub promosi yang baru saja kembali ke Serie A.
Curva Sud Milano, kelompok pendukung garis keras AC Milan, tidak tinggal diam melihat performa tim kesayangan mereka.
Dalam pernyataan yang mereka keluarkan, Curva Sud mengkritik keras start musim yang buruk dan menganggapnya sebagai tanda kegagalan kolektif yang harus segera diatasi.
Mereka menyatakan bahwa tidak ada pihak yang bisa terlepas dari tanggung jawab atas kemunduran tim, termasuk pelatih, pemain, maupun manajemen.
Curva Sud menuntut agar seluruh elemen klub segera bangkit dan memperbaiki penampilan mereka di sisa musim.