Ia menceritakan bahwa Wise melakukan tindakan yang membuatnya marah hingga menerima kartu merah.
Baca Juga: MotoGP Jepang Jadi Arena Persaingan Ketat Jorge Martin dan Francesco Bagnaia
“Dia mencubit kemaluan saya dan lolos begitu saja,” lanjut Butt, menambahkan bahwa Wise juga menendang kepalanya saat mereka terjatuh.
Butt merasa sangat kesal karena meskipun sudah terkena provokasi, ia tetap harus meninggalkan lapangan akibat insiden tersebut.
Meskipun begitu, Butt mengakui bahwa di luar lapangan, Wise sebenarnya adalah sosok yang ramah dan baik.
Baca Juga: Dikandaskan Zhejiang FC, Persib Bandung Bidik Kemenangan di Laga Berikutnya
Paul Scholes, legenda lain dari Manchester United, juga memiliki kenangan serupa dengan Wise.
Scholes menggambarkan Wise sebagai sosok yang sering melakukan hal-hal "aneh" di lapangan.
Ia mengingat insiden di mana Wise mencoba merobek mulutnya saat mereka bergulat di lapangan.
Baca Juga: Zlatan Ibrahimovic Beli Ferrari Cantik untuk Hadiah Ulang tahun
"Dia sangat mengerikan. Dia mencoba memasukkan jarinya ke dalam mulut saya dan hampir merobek mulut saya," cerita Scholes, menggambarkan Wise sebagai pemain yang tidak segan-segan melakukan tindakan fisik yang kasar di atas lapangan.
Dennis Wise, yang pensiun pada 2006 setelah membela Swindon Town, kemudian beralih karier menjadi pelatih dan direktur sepak bola.
Ia sempat menjabat sebagai manajer di Swindon Town dan Leeds United, serta menjadi direktur sepak bola Newcastle United.
Baca Juga: Garuda ID Identitas Suporter Timnas Indonesia, Ayo Daftar Gratis!
Saat ini, selain menjalankan perannya di Garuda Select, Wise juga menjabat sebagai Sporting CEO di klub Italia, Como 1907.