Keane juga menyoroti pernyataan-pernyataan yang keluar dari ruang ganti Manchester United.
Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Tampil Maksimal Lawan Bahrain, Shin Tae-yong Optimistis Raih Poin Penuh
Menurutnya, ketika suara-suara seperti itu muncul, tidak heran jika manajer berada dalam tekanan dan tim kesulitan meraih kemenangan.
Ia menambahkan bahwa tim saat ini lebih sering mengalami kegagalan daripada meraih kemenangan.
Legenda asal Irlandia ini juga mempertanyakan kultur yang ada di tim saat ini.
Baca Juga: Pelatih Bahrain Sebut Laga Melawan Indonesia Akan Sengit, Siap Hadapi Tantangan
Dia meragukan apakah ada pemain yang memiliki karakter kepemimpinan di dalam tim, yang dapat saling mendorong dan mendukung satu sama lain, terutama dalam situasi sulit.
Keane juga merasa bahwa para pemain senior gagal menjalankan peran mereka sebagai panutan bagi pemain muda di klub.
Keane kemudian membandingkan kondisi Manchester United saat ini dengan zamannya.
Baca Juga: Persija Lakukan Evaluasi Total Bertekad Bisa Raup Banyak Poin di Sisa Musim
Dia merasa bahwa klub yang dulu dia kenal kini telah berubah menjadi lebih buruk. Alih-alih keluar dari keterpurukan, Manchester United terus mengalami kemunduran.
Keane bahkan menyebut bahwa meski klub telah menghabiskan banyak uang untuk pemain baru, hasilnya tidak kunjung membaik.
“Dulu, Manchester United selalu tentang karakter dan orang-orang baik yang mampu mengatasi tekanan bermain untuk klub sebesar ini. Tapi sekarang, saya tidak melihat hal itu lagi,” kata Keane.
Baca Juga: Calvin Verdonk Sebut Indonesia akan Bermain Agresif dan Kompak Menghadapi Bahrain
Dia juga menyoroti bahwa meskipun orang-orang baru telah bergabung dengan klub, hal tersebut tidak membawa solusi yang diharapkan.