Setelah menang melawan VfB Stuttgart pada laga pertama, mereka mengalami kekalahan dari Lille di pertandingan kedua.
Baca Juga: Terungkap Rahasia Hattrick Messi, Ini Kolaborasi Adidas x Bad Bunny F50
Kekalahan tersebut membuat Real Madrid kini tertahan di posisi ke-17 klasemen sementara dengan raihan tiga poin dari dua pertandingan.
Situasi ini tentu membuat Carlo Ancelotti berada di bawah tekanan besar untuk memperbaiki performa timnya.
Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Ancelotti mengakui bahwa timnya saat ini mengalami kesulitan dalam penguasaan bola dan pengendalian pertandingan, terutama karena absennya Toni Kroos yang pensiun di akhir musim lalu.
Baca Juga: Mike Tyson Pamer Otot Leher yang Keras, Jake Paul: Saya Akan Menghajarnya
Menurutnya, Kroos adalah pemain kunci yang mampu menciptakan ruang di tengah lapangan dan memberikan umpan-umpan akurat yang sangat dibutuhkan oleh tim.
"Kami mengalami lebih banyak kesulitan dalam hal penguasaan bola dan kontrol permainan karena kami tidak memiliki pemain yang mampu bermain di ruang-ruang sempit seperti Kroos," ungkap Ancelotti, mengutip laman resmi UEFA.
"Permainan menyerang dan bertahan kami sebenarnya berjalan dengan baik, namun kami perlu lebih fokus dalam bertahan, sebagaimana yang kami lakukan dengan baik musim lalu."
Baca Juga: Pembalap Indonesia Aldi Satya Mahendra Raih Juara Dunia WorldSSP300 di Jerez
Ancelotti juga menyatakan bahwa timnya sedang berusaha untuk membangun pertahanan yang lebih solid dalam menghadapi pertandingan-pertandingan ke depan.
Hal ini menunjukkan bahwa Real Madrid tengah beradaptasi dengan kehilangan salah satu pemain tengah terbaik mereka.
Pertandingan antara Real Madrid dan Borussia Dortmund akan berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu pada Selasa, 22 Oktober 2024, waktu setempat, atau Rabu dini hari pukul 02.00 WIB.
Baca Juga: Leverkusen Sebut Xabi Alonso Akan Hengkang ke Salah Satu dari Dua Pilihan pada 2025
Pertandingan ini menjadi ujian besar bagi Ancelotti dan Real Madrid untuk membuktikan bahwa mereka masih layak bersaing di tingkat tertinggi Eropa, terutama setelah kehilangan salah satu maestro lini tengah mereka, Toni Kroos.***