SportlinkNews - Bek muda Manchester City, Josko Gvardiol, secara terbuka mengungkapkan bahwa kariernya sebagai pemain bertahan membuatnya merasa jenuh, terutama karena dirinya tidak dapat mencapai level permainan yang dimiliki idolanya, Lionel Messi.
Gvardiol, yang mengagumi Messi sejak lama, mengakui bahwa ia berharap bisa tampil sehebat pemain Argentina tersebut.
Namun, posisi Gvardiol sebagai bek menjauhkannya dari kemilau dan prestasi gemilang yang diraih Messi sepanjang kariernya.
Lionel Messi memang merupakan salah satu ikon terbesar dalam dunia sepak bola modern, dengan torehan prestasi yang luar biasa baik di level klub, tim nasional, maupun secara individu.
Di sepanjang kariernya, Messi telah berhasil mengumpulkan delapan trofi Ballon d'Or, menjadikannya sebagai pemain yang paling banyak menerima penghargaan ini sepanjang sejarah.
Selain itu, di level klub, Messi telah meraih empat gelar Liga Champions bersama Barcelona, sebuah prestasi yang semakin memperkuat statusnya sebagai pemain legendaris.
Baca Juga: Tokoh Kunci dalam Struktur Operasi Sepak Bola Liverpool Mengundurkan Diri
Tak hanya sukses di klub, Messi juga membawa Argentina meraih kemenangan di Piala Dunia 2022, pencapaian yang dianggap sebagai salah satu puncak kariernya.
Bahkan setelah bergabung dengan Inter Miami di kompetisi Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat, pesona dan keahliannya tetap memukau banyak orang.
Pencapaian demi pencapaian ini tentu membuat Messi menjadi panutan bagi pemain-pemain muda berbakat di seluruh dunia.
Baca Juga: Tiga Produsen Sepatu Tebar Pesona dengan Edisi Khusus New York City Marathon 2024
Gvardiol, yang saat ini berusia 22 tahun, termasuk salah satu dari banyak pemain muda yang menjadikan Messi sebagai inspirasi.
Walaupun awalnya bercita-cita untuk bermain dengan gaya Messi, kenyataannya ia lebih banyak berperan sebagai bek.