Posisi tersebut membuatnya merasakan sisi permainan yang berbeda jauh dari apa yang biasa dilakukan Messi sebagai seorang penyerang.
Baca Juga: WONDR by BNI Indonesia International Challenge 2024: Rahmat/Yeremia Coba Rengkuh Gelar di Surabaya
Dalam pengakuannya, Gvardiol mengungkapkan bahwa posisi bertahan yang dilakoninya selama hampir 10 hingga 15 tahun membuatnya merasa bosan.
"Saya sangat mengidolakan Messi," ujar Gvardiol.
"Namun, ketika Anda bermain di posisi bertahan selama bertahun-tahun, rasa bosan itu akan muncul," tambahnya.
Baca Juga: Amir Khan dan Faryal Makhdoom Merogoh Rp 14 Miliar Beli Rolls Royce
Sejauh ini, Gvardiol telah dua kali menghadapi Messi di lapangan.
Pertemuan pertama terjadi saat ia masih memperkuat RB Leipzig dalam laga Liga Champions 2021-2022 melawan Paris Saint-Germain (PSG).
Dalam pertandingan tersebut, Leipzig kalah dengan skor 2-3, dan Gvardiol sempat bermain selama 20 menit melawan Messi yang membela PSG.
Baca Juga: Derby d’Italia Inter vs Juventus, Kemungkinan Susunan Pemain
Sementara itu, pertemuan kedua mereka terjadi di ajang Piala Dunia 2022, ketika Kroasia bertemu dengan Argentina di babak semifinal.
Di pertandingan tersebut, Kroasia harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor telak 0-3, yang sekaligus menutup peluang Gvardiol dan timnya untuk melaju ke final.
Kini, setelah bergabung dengan Manchester City, Gvardiol diharapkan mampu menjadi bek andalan klub dan berpotensi menjadi salah satu pemain bertahan terbaik di dunia.
Meski posisinya sebagai bek sering kali membuatnya merindukan kebebasan bermain ala Messi, Gvardiol terus berupaya memberikan yang terbaik dan menjadikan pengalaman-pengalamannya melawan Messi sebagai pelajaran berharga.
Melalui perjalanan kariernya yang masih panjang, menarik untuk ditunggu apakah Gvardiol mampu membuktikan dirinya sebagai bek hebat sekaligus memenuhi ambisinya untuk meraih prestasi besar bersama Manchester City.***