SportlinkNews - Ruben Amorim, yang baru saja diumumkan sebagai pelatih Manchester United, mengungkapkan kisah di balik keputusannya untuk meninggalkan Sporting CP, klub yang telah membesarkan namanya.
Dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan melawan Estrela di Liga Portugal, Amorim membagikan cerita perpisahannya yang penuh emosi.
Pada laga tersebut, Sporting CP tampil impresif dengan mengalahkan Estrela 5-1 di Stadion Jose Alvalade, memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 10 kemenangan beruntun.
Baca Juga: Shin Tae-yong Hanya Andalkan Pemain Muda di Piala AFF 2024 Tanpa Pemain Senior dan Abroad
Poin sempurna dari 10 laga ini juga menunjukkan dominasi Sporting, yang telah mencetak 35 gol dan hanya kebobolan 3 kali.
Amorim menyatakan bahwa meskipun ia telah menerima banyak dukungan, keputusan untuk pindah juga mendapat respon beragam dari para penggemar, termasuk kritik dan kekecewaan.
"Saya memahami kemarahan dan kekecewaan mereka, namun inilah bagian dari kehidupan," ucapnya saat wawancara singkat sebelum kembali ke ruang ganti.
Baca Juga: Shin Tae-yong Andalkan Pemain U-22 di Piala AFF 2024, Fokus Lolos ke Piala Dunia 2026
Dalam konferensi pers yang diadakan setelah pertandingan, Amorim memberikan penjelasan langsung mengenai alasannya menerima tawaran Manchester United.
Menurutnya, rencana awal adalah meninggalkan Sporting CP di akhir musim, tetapi tawaran tak terduga dari Manchester United datang lebih cepat dari perkiraan, memaksa dirinya untuk membuat keputusan besar di tengah musim.
Presiden Sporting CP, Frederico Varandas, menekankan bahwa peluang seperti ini mungkin tidak akan datang dua kali.
Baca Juga: Keputusan Berani Kim Pan-gon Tinggalkan Timnas Malaysia Demi Gelar Juara Ulsan HD
Akhirnya, pihak klub menyetujui tawaran dari Manchester United setelah klausul pelepasan sebesar 11 juta euro dibayarkan.
"Saya tidak banyak bicara mengenai hal ini sebelumnya karena situasinya sangat kompleks," kata Amorim, seperti dikutip dari media Portugal, Record.