Sportlinknews - Paulo Fonseca merasa Milan menaklukkan Real Madrid karena mereka menunjukkan keberanian dan tidak takut. Tapi juga menegaskan bahwa dalam beberapa hal lebih mudah bermain di Liga Champions daripada Serie A.
Pemilik klub Gerry Cardinale berada di tribun Santiago Bernabeu, Rabu (6/11) dini hari. Ia juga masuk ke ruang ganti untuk memberi selamat kepada tim Milan.
Kemenangan 3-1 Milan pada matchday keeempat itu berkat gol sundulan Malick Thiaw, Alvaro Morata dan Tijjani Reijnders. Sedangkan satu gol Real Madrid dibukukan oleh penalti Vinicius Junior.
Baca Juga: Real Madrid Vs AC Milan: Alvaro Morata dan The Hernandez Terpental karena Kehidupan Kontroversial
“Saya pikir kami menang karena para pemain memiliki keberanian untuk datang ke sini dan memainkan permainan mereka, tanpa takut pada apa pun,” kata Fonseca kepada Sky Sport Italia.
“Kami ingin menguasai bola, kami melakukan hal-hal hebat di babak pertama dan kemudian sedikit kesulitan setelah jeda, tetapi kami melakukannya bersama-sama dan benar-benar pantas mendapatkan kemenangan ini. Bukan hanya karena kami mencetak tiga gol, tetapi kami juga bermain dengan sangat baik,” ungkap Fonseca.
Fonseca mengatakan ketika pertama kali bergabung dengan Milan bahwa ia ingin mengubah cara pandang terhadap tim-tim Italia di Eropa. Jadi apakah ia pikir telah mencapainya malam ini dengan kemenangan di Bernabeu?
Baca Juga: Bintang Juventus Terpaksa Tidur di Sofa Selama 20 Hari
“Saya tidak setuju ketika orang mengatakan sepak bola Italia bersifat defensif. Kami dapat menjadi tim dengan lebih banyak inisiatif dan dominasi dalam pertandingan di Eropa, ini adalah karakteristik tim," ujarnya.
"Kami membuktikan bahwa tim-tim Italia tidak hanya bertahan, kami memainkan bola dan memiliki posisi yang hebat. Tim memiliki kesabaran untuk menguasai bola, memilih momen yang tepat untuk menyerang.
“Kami harus terus berkembang, karena kami memiliki banyak potensi.”
Baca Juga: Media Vietnam Soroti Peluang Leo Gaucho Jadi Striker Naturalisasi Timnas Indonesia
Fonseca mengakui Milan hanya memiliki satu Morata
Morata mengawali pertandingan sebagai penyerang tengah dan mencetak gol kedua setelah memanfaatkan bola pantul dari tendangan Rafael Leao. Tapi Milan tidak memiliki pemain yang dapat melakukan tugas yang sama.
“Abraham adalah pemain dengan karakteristik yang berbeda. Alvaro memiliki kemampuan untuk menghubungkan lini tengah dengan serangan, sedangkan Abraham tidak memiliki kualitas tersebut. Ketika Morata keluar, memang benar bahwa kami tidak lagi menguasai bola,” aku Fonseca.