SportlinkNews - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengirimkan surat resmi kepada FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) agar pertandingan kandang antara Timnas Indonesia melawan Bahrain tetap dilaksanakan di Indonesia.
Permintaan ini menjadi respons atas usulan Bahrain yang menginginkan laga dipindahkan ke luar negeri.
Permintaan Bahrain bermula dari kontroversi dalam laga pertama melawan Indonesia di Riffa.
Baca Juga: Ketum KONI Pusat Resmikan Lapangan Padel Pertama di Yogyakarta
Dalam pertandingan tersebut, wasit Ahmed Al-Kaf menjadi sorotan karena tidak mengakhiri pertandingan hingga Bahrain mencetak gol penyeimbang.
Keputusan tersebut menuai kecaman keras dari publik sepak bola Indonesia, terutama di media sosial.
Kritikan tersebut bahkan sampai ke akun media sosial resmi Bahrain dan AFC.
Baca Juga: Target Ambisius Erick Thohir untuk Timnas Indonesia: Masuk 50 Besar Dunia
Menanggapi hal ini, Bahrain mengajukan permohonan kepada FIFA dan AFC agar laga kedua melawan Indonesia tidak digelar di Jakarta, dengan alasan keamanan.
AFC langsung menindaklanjuti permintaan ini dengan menggelar pertemuan untuk membahas venue pertandingan.
Hingga saat ini, lokasi resmi untuk laga kedua belum diumumkan.
Baca Juga: PSM Makassar Perbaiki Rekor Bermain di Padang, Sejak 2015 Belum Pernah Dapat Poin
Erick Thohir menegaskan bahwa Indonesia telah membuktikan kemampuannya sebagai tuan rumah yang aman dan ramah.
Hal ini terlihat dari suksesnya penyelenggaraan laga melawan Jepang dan Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.