Sportlinknews - Barcelona hanya berhasil meraih satu poin dalam dua pertandingan terakhir mereka melawan Real Sociedad dan Celta Vigo, kalah 1-0 dari Real Sociedad dan membuang keunggulan dua gol dalam rentang waktu lima menit di Balaidos.
Blaugrana kesulitan menerapkan gaya permainan mereka, seperti yang terlihat dari statistik.
Seperti dilansir Diario AS, Barcelona rata-rata melakukan 7 jebakan offside per pertandingan mereka yang terkenal, yang telah mengecoh lawan lebih dari 100 kali musim ini, dan memimpin 5 liga top Eropa dengan selisih yang jauh.
Baca Juga: Keputusan Mengejutkan Barcelona Soal Lamine Yamal Jelang Kembalinya ke Liga Champions
Namun, dalam dua pertandingan terakhir, angka tersebut turun menjadi hanya 2,5 offside.
Melawan Celta, Barcelona juga membiarkan 15 tembakan, 8 di antaranya tepat sasaran, dan La Real melepaskan 14 tembakan ke gawang, keduanya berhasil melewati garis pertahanan pada beberapa kesempatan.
Sebanyak 7 tembakan yang diterima Blaugrana di babak kedua adalah yang terbanyak sejak 2017 melawan Real Madrid.
Baca Juga: Leganes 0-3 Real Madrid: Kylian Mbappe Pecahkan Kebuntuan
Selama konferensi pers prapertandingan sebelum menghadapi Brest, Hansi Flick dan Inigo Martinez sama-sama menegaskan kembali garis offside, dengan menekankan bahwa masalahnya bukan pada garis itu sendiri, tetapi tekanan dari depan.
Hansi Flick juga menekankan bahwa timnya harus belajar mengendalikan bola dengan lebih baik, dan tidak terlalu langsung atau cepat dalam menyerang sepanjang waktu.
Dua hasil laga tersebut membuat posisi Barcelona di puncak klasemen La Liga mulai terancam. Barcelona koleksi 34 poin dari 14 laga, sedangkan rivalnya Real Madrid yang memainkan 13 pertandingan mengumpulkan 30 poin di tempat kedua.