SportlinkNews - Pelatih Persija Jakarta, Carlos Pena, menyadari bahwa inkonsistensi masih menjadi tantangan utama bagi timnya musim ini.
Dalam 11 pertandingan terakhir, Macan Kemayoran mencatatkan lima kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Hasil ini menggambarkan performa yang fluktuatif dan memerlukan perhatian serius.
Baca Juga: Rizky Ridho: Persija Harus Lebih Ambisius dan Fokus pada Performa
Periode sulit sempat dialami Persija pada September 2024.
Kala itu, mereka hanya mampu meraih dua hasil imbang melawan Dewa United dan PSM Makassar, sementara dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan dari PSBS Biak dan rival abadi, Persib Bandung.
Namun, memasuki Oktober hingga awal November 2024, performa Gustavo Almeida dan rekan-rekannya mulai membaik.
Baca Juga: Pesepak Bola Legendaris Liverpool Ian Rush Terima Lifetime Contribution Award
Tiga kemenangan beruntun diraih Persija, masing-masing melawan PSIS Semarang, Arema FC, dan Madura United.
Meski momentum positif tersebut terhenti setelah kekalahan 1-2 dari Persebaya Surabaya, Pena tetap optimistis dengan peluang timnya.
Carlos Pena menegaskan bahwa semangat dan kepercayaan diri timnya telah meningkat secara signifikan.
Baca Juga: Selain Sepak Bola, Anfield Jadi Destinasi Musisi Dunia Menggelar Konser
Menurutnya, motivasi para pemain untuk tampil maksimal di setiap laga semakin kuat.
“Sekarang, motivasi tim sudah jauh lebih baik."