Jumlah ini tujuh gol lebih banyak dibandingkan tim manapun di kompetisi yang sama.
Baca Juga: Man City 3 Nottingham Forest 0: Guardiola Akhirnya Akhiri Penderitaan
Keberhasilan ini tentu bukan hasil instan. Di balik kehebatan Arsenal dalam memanfaatkan sepak pojok, terdapat peran penting pelatih teknis Nicolas Jover.
Nicolas Jover adalah otak di balik keunggulan Arsenal dalam situasi bola mati.
Reputasi Jover sebagai pelatih set-piece andal telah terbentuk sejak ia bekerja di Brentford dari 2016 hingga 2019.
Baca Juga: Real Madrid Harus Membayar Kesalahan Sendiri di San Mames
Kariernya semakin bersinar ketika ia bergabung dengan Manchester City, di mana ia bekerja sama dengan Pep Guardiola selama dua tahun.
Pada Juli 2021, Jover memutuskan bergabung dengan Arsenal atas rekomendasi Mikel Arteta, yang sebelumnya merupakan asisten Guardiola di Manchester City.
Kehadiran Jover membawa dampak besar pada efektivitas Arsenal dalam memanfaatkan peluang dari bola mati, menjadikan mereka ancaman nyata dalam setiap situasi sepak pojok.
Baca Juga: Napoli Menantang Juventus untuk Mendapatkan Bek PSG pada Januari
Keberhasilan Arsenal memanfaatkan sepak pojok bukan hanya mencerminkan strategi yang matang, tetapi juga kemampuan eksekusi yang luar biasa dari para pemainnya.
Declan Rice, Jurrien Timber, Mikel Merino, Thomas Partey, hingga William Saliba semuanya memainkan peran penting dalam memastikan strategi ini berjalan dengan baik.
Kemenangan melawan Manchester United tidak hanya memberi Arsenal tambahan tiga poin, tetapi juga memperkuat posisi mereka sebagai salah satu tim paling efektif dalam memanfaatkan peluang bola mati.
Baca Juga: Real Madrid Ditekuk Athletic, Mbappe Gagal Penalti
Dengan kemampuan ini, Arsenal berpotensi terus menjadi ancaman serius dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini.