SportlinkNews - Manchester United masih belum lepas dari turbulensi yang terus membayangi musim 2024-2025.
Meski telah memecat Erik ten Hag dan menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih baru, performa Setan Merah tetap jauh dari harapan.
Dalam dua pertandingan terakhir, Manchester United menelan kekalahan berturut-turut melawan Arsenal dan Nottingham Forest.
Baca Juga: Mike Tyson Dicekal Bertinju, Sanksi Dijatuhkan oleh Orang yang Luar Biasa
Kekalahan ini semakin memperburuk posisi tim di klasemen sementara Liga Inggris, di mana Bruno Fernandes dan kolega terdampar di peringkat ke-13 dengan hanya mengantongi 19 poin dari 15 laga.
Situasi ini tidak hanya memengaruhi ruang ganti pemain tetapi juga menjalar hingga ke tingkat manajemen.
Ketegangan internal memuncak, memaksa pemilik klub, Sir Jim Ratcliffe, mengambil keputusan drastis dengan memecat Direktur Olahraga, Dan Ashworth.
Baca Juga: Emma Raducanu Berisiko Kehilangan Semua Sponsor Senilai Rp 182 Miliar
Pengumuman pemecatan Ashworth disampaikan langsung melalui situs resmi Manchester United.
Dalam pernyataan tersebut, klub menyampaikan apresiasi atas kontribusi Ashworth selama masa transisi, sembari mendoakan yang terbaik untuk masa depannya.
Namun, pemecatan ini menyimpan cerita menarik yang berakar pada perpecahan antara Ashworth dan Ratcliffe sejak pemecatan Erik ten Hag.
Baca Juga: Manchester City Rancang Jersey dengan Bantuan Rekayasa AI
Dilaporkan oleh The Athletic, keretakan hubungan mereka bermula ketika Ratcliffe meminta Ashworth segera mencari pengganti Ten Hag.
Ashworth mengusulkan empat nama pelatih, yaitu Eddie Howe, Marco Silva, Thomas Frank, dan Graham Potter.