SportlinkNews - Sejak awal November 2024, Manchester City seolah menjadi bayangan dari tim yang dikenal mendominasi Eropa.
Di bawah arahan Pep Guardiola, The Citizens menghadapi tantangan besar untuk keluar dari krisis yang terus berlarut.
Performa tim dalam Liga Inggris maupun Liga Champions berada di titik terendah, membuat mereka jauh dari status kandidat juara yang biasa disandang.
Baca Juga: AC Milan Persembahkan Trofi Istimewa HUT ke-125 Tahun Hasil Desain Tiffany & Co
Hingga kini, Manchester City hanya mampu bertengger di peringkat ke-4 klasemen sementara Liga Inggris.
Posisi ini mencerminkan penurunan drastis dibanding musim-musim sebelumnya, di mana mereka kerap menjadi pesaing utama perebutan gelar.
Di pentas Eropa, keadaan City tak kalah mengkhawatirkan. Kekalahan terbaru mereka, 0-2 dari Juventus, membuat posisi tim semakin terpuruk.
Baca Juga: Siwo Pusat Apresiasi Hattrick Jabar Juara Umum PON
Dalam klasemen sementara Liga Champions, Man City berada di peringkat ke-22, posisi yang tidak mencerminkan kualitas mereka sebagai juara bertahan.
Statistik dari Opta menunjukkan bahwa sejak awal November, City telah kebobolan 21 gol.
Catatan ini menjadi yang terburuk di antara tim-tim dari lima liga top Eropa.
Baca Juga: Kalahkan Borussia Dortmund, Pelatih Barca Hansi Flick: Menang di Sini Sungguh Istimewa
Dari 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi, The Citizens hanya mampu meraih satu kemenangan.
Krisis ini kian menyulitkan Guardiola, terutama dengan jadwal padat menuju akhir tahun.