SportlinkNews - Arab Saudi resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 2034. Seluruh warga Arab Saudi menyambutnya dengan penuh suka cita.
Kepercayaan tersebut memberikan dampak positif bagi ekosistem sepak bola di negara Timur Tengah tersebut, selain tentunya membawa dampak ekonomi.
Tapi sepertinya Arab Saudi tidak terlalu memusingkan soal dampak ekonominya, maklum mereka adalah negara petro dolar.
Baca Juga: Arab Saudi Resmi Ditetapkan sebagai Tuan Rumah Piala Dunia FIFA 2034
Bagian dari ekosistem yang paling terdampak adalah Roshn Saudi League alias Liga Roshn Saudi yang merupakan kompetisi resmi sepak bola di negara tersebut.
Roshn Saudi League (RSL) telah menarik perhatian dunia dalam dua tahun terakhir, pertama dengan perekrutan Cristiano Ronaldo yang menakjubkan tak lama setelah Piala Dunia FIFA di Qatar pada tahun 2022.
Kemudian diikuti dengan perekrutan pemain terkenal lainnya seperti Karim Benzema, Riyad Mahrez, dan Neymar serta sejumlah nama internasional lainnya.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Disebut Siap Diet Ketat untuk Piala Dunia 2030
Para pemain internasional itu berkomitmen untuk masa depan mereka di kompetisi tersebut dalam 18 bulan terakhir.
Lalu muncul empat klub besar: Al Hilal, Al Ittihad, Al Nassr, dan Al Ahli yang kemudian menjadi klub kategori internasional yang perlahan tapi pasti mulai terkenal ke seluruh dunia.
Sementara pertandingan liga Arab Saudi disiarkan di lebih dari 180 negara dengan profil yang terus berkembang setiap tahun.
Baca Juga: Gelaran Piala Dunia FIFA 2026 Bakal Mendongkrak Ekonomi Nasional Kanada Hingga Rp42,77 Triliun
Bahkan ada dokumenter Netflix yang mengajak penggemar melihat langsung perubahan yang terjadi di balik layar bersama nama-nama besar liga.
Film dokumenter ini telah membantu mentransmisikan RSL ke rumah-rumah di setiap sudut dunia.