Sportlinknews - Ismael Bennacer yakin Milan mengelola emosi mereka dengan baik dalam hasil imbang 1-1 yang sulit melawan Roma di San Siro, Senin (30/12) dini hari.
Giallorossi mengakhiri tahun 2024 tanpa kemenangan tandang. Tapi setidaknya Roma bangkit dari gol pembuka Tijjani Reijnders untuk menyamakan kedudukan melalui tendangan voli Paulo Dybala pada umpan tumit belakang Artem Dovbyk.
Ismael Bennacer mengatakan mereka juga bisa kebobolan di babak kedua yang membuat Giallorossi menciptakan peluang berbahaya.
Baca Juga: Kaget Dipecat Milan, Paulo Fonseca: Inilah Hidup
Gelandang Aljazair itu kembali beraksi empat bulan setelah cedera serius dan 'senang' bisa kembali, saat ia menggantikan Filippo Terracciano di babak pertama dan bermain selama 45 menit tersisa.
"Saya sangat senang bisa kembali ke lapangan, itu penting bagi saya karena saya bekerja sangat keras," kata Bennacer kepada wartawan pada konferensi pers pascapertandingan.
"Tidak pernah mudah untuk pulih dari cedera seperti ini," dia menambahkan.
Baca Juga: Kisah Jay Idzes: Perjuangan Kakek dari Panti Asuhan hingga Membela Timnas Indonesia
“Ini adalah pertandingan yang sedikit istimewa bagi saya, kami tidak kehilangan fokus dan mengelola emosi dengan baik. Kami bisa saja unggul, tetapi kami juga bisa kebobolan gol, pada akhirnya, kami tidak kalah.
“Kami harus menatap ke depan karena ada tujuan penting yang harus dipersiapkan dalam beberapa hari mendatang.
Pemain berusia 27 tahun itu baru bermain satu menit di bawah pelatih Paulo Fonseca pada hari debut Serie A melawan Torino dan kembali dalam pertandingan yang mungkin menjadi pertandingan terakhir manajer asal Portugal itu.
Baca Juga: West Ham 0 Liverpool 5: Salah Cetak Gol ke-20
Ketika ditanya apakah ia menemukan ‘masalah’ dalam tim, Bennacer mengakui mereka telah ‘kehilangan kontinuitas’ dan perlu memulihkan ‘semangat menang’ mereka.
“Saya tidak akan mengatakan ada masalah dalam tim,” gelandang itu melanjutkan.