Pandit sepak bola Inggris, Chris Sutton, secara terang-terangan mengkritik kualitas kedua kiper Manchester United tersebut.
Baca Juga: Latihan di Ketinggian: Kelebihan, Kekurangan, dan Perannya dalam Sport Science
Dalam komentarnya kepada BBC, Sutton bahkan menyamakan kemampuan Onana dan Bayindir dengan penjaga gawang tim U-12.
Pernyataan Sutton merujuk pada kesalahan fatal yang dilakukan keduanya saat kebobolan gol dari situasi tendangan sudut atau dikenal dengan istilah gol olimpico.
Bayindir lebih dulu menjadi sorotan setelah kebobolan gol olimpico saat menghadapi Tottenham Hotspur di Piala Liga Inggris.
Baca Juga: Nasib Dani Olmo di Barcelona Ditentukan Dalam Waktu 24 Jam
Sementara itu, Onana mengalami hal serupa ketika menghadapi Wolverhampton, dengan Matheus Cunha sebagai pencetak gol.
“Saya pernah mengatakan sebelum Natal bahwa Newcastle United akan menemukan momentum mereka, dan mereka telah melakukannya,” ujar Sutton.
“Namun, performa Manchester United justru sebaliknya."
Baca Juga: Vanja Bukilic Ganti Posisi Jadi Outside Hitter Berduet dengan Megawati
"Saya tidak berpikir Amorim akan dipecat, tetapi bagaimana tim bisa berkembang jika penjaga gawang terus kebobolan dari situasi tendangan sudut?"
"Ini adalah kesalahan yang biasa dilakukan oleh tim U-12.”
Sutton juga membandingkan insiden ini dengan pengalaman pribadinya saat menyaksikan anaknya bermain sepak bola di usia 15 tahun.
Baca Juga: Guardiola Keceplosan Erling Haaland Sudah Jadi Ayah Bersama Pacarnya Isabel Johansen
“Ketika anak saya bermain, dia berhasil menepis tendangan sudut. Saya katakan padanya bahwa ini jarang terjadi pada penjaga gawang profesional."