SportlinkNews - Pelatih tim nasional Australia, Tony Popovic, berbicara mengenai tantangan yang dihadapinya dalam melatih timnas jelang laga melawan timnas Indonesia pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Popovic, yang mulai menjabat sebagai pelatih Socceroos sejak September 2024, menggantikan Graham Arnold setelah hasil kurang memuaskan di awal Grup C.
Di bawah arahan Arnold, Australia menelan kekalahan 0-1 dari Bahrain di kandang sendiri dan hanya bermain imbang 0-0 melawan Indonesia di laga tandang.
Baca Juga: Dipuji Ronaldo, Rizky Ridho Masuk Radar FC Como
Namun, kehadiran Popovic membawa angin segar dengan sejumlah hasil positif, seperti kemenangan 3-1 atas China, serta hasil imbang melawan tim kuat seperti Jepang (1-1), Arab Saudi (0-0), dan Bahrain (2-2).
Dalam wawancara yang dilansir dari laman resmi Socceroos, Popovic mengaku menikmati tantangan melatih timnas, meskipun peran ini sangat berbeda dibandingkan melatih di level klub.
“Saya menikmatinya, ini jelas tantangan yang berbeda bagi saya,” ujar pelatih berusia 51 tahun asal Sydney tersebut.
Baca Juga: Red Sparks Punya Senjata Utama Bidik Posisi Pertama dan Kedua, Pertarungan Sesungguhnya Dimulai
Popovic menjelaskan beberapa perbedaan mendasar antara melatih klub dan tim nasional.
Di level klub, seorang pelatih memiliki waktu lebih banyak untuk mengembangkan kemampuan pemain secara individu maupun tim.
Sebaliknya, di timnas, waktu yang tersedia sangat terbatas.
Baca Juga: Mike Tyson dan Holyfield Bertarung Lagi
“Dalam sepak bola klub, Anda berlatih setiap minggu, dan ada waktu untuk melihat perkembangan pemain secara individu maupun sebagai kelompok,” kata Popovic.
“Namun, di tim nasional, Anda hanya punya satu atau dua sesi latihan. Semua harus dilakukan dengan tepat."