SportlinkNews - Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo kembali menegaskan bahwa proses pemberian kewarganegaraan untuk atlet ini adalah strategi paralel jangka pendek dan menengah, bukan jangka panjang.
Pihaknya memastikan bahwa pihaknya dan federasi olahraga tetap fokus kepada pembinaan usia muda. Hal tersebut diungkapkannya setelah Komisi XIII dan X DPR RI menyetujui permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan atas nama Ole Lennard Ter Haar Romenij, Dion Wilhelmus Eddy Markx, Tim Henri Victor Geypens di Gedung Nusantara MPR/DPR RI, Jakarta, Senin, 3 Februari 2025.
Dito menjelaskan kembali setelah ada anggota komisi X yang masih mempertanyakan langkah naturalisasi pemain untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia.
Baca Juga: Arsenal Hancurkan Manchester City 5-1, Mikel Arteta Tetap Rendah Hati
"Saya juga harapannya kualifikasi Piala Dunia ini tidak menggunakan naturalisasi lagi, karena tidak enak hati merepotkan bapak ibu yang ada disini (anggota dewan). Ya, pastinya selalu saya sampaikan bahwa strategi memaksimalkan potensi diaspora, bagaimana kita bisa memperkuat timnas dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 ini," katanya.
Menurutnya, naturalisasi ini hanya strategi jangka pendek dan menengah, dan pihaknya serta federasi tetap fokus untuk pembinaan usia muda. Sehingga Dito meminta para anggota dewan untuk tidak khawatir, karena ditegaskannya bahwa pemain lokal juga memiliki kesempatan yang sama di Timnas Indonesia.
"Harus diingat segala strategi terkait penyiapan usia dini, bahkan sekarang Kemenpora beserta PSSI sudah mulai dari U-7 untuk penyelenggaraan kejuaraannya dan bagaimana sekarang kita menyiapkan dari segi informasi, infrastruktur, stadion-stadion, juga venue sepak bola di mana-mana, serta training center di beberapa titik sudah dibangun dan sudah jadi," imbuhnya kemudian.
Baca Juga: Komisi XIII dan X DPR RI Setujui Permohonan Pemberian Kewarganegaraan RI Kepada Tiga Calon Pemain Timnas Indonesia
Dito meyakini dalam 10-20 tahun lagi sudah ada calon-calon atlet yang kuat. Apalagi saat ini, menurutnya, sudah ada program makan bergizi gratis yang menguatkan para ibu hamil dan anak di usia bayi.
"Kami fokus membangun. Jadi jangan meragukan konsistensi dari pemerintah," tegasnya.
"Rencana untuk Tim dan Dion dipersiapkan Untuk SEA Games 2025. Lalu, Ole itu jangka pendek 2026 (di lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026), dan jangka panjang untuk 2030," tuturnya.