SportlinkNews - Tim Nasional Indonesia U20 yang tampil di Piala Asia U20 2025 memiliki potensi yang besar di masa depan.
Namun, Garuda Nusantara dinilai masih harus dimatangkan lagi dalam kompetisi level tinggi, bukan hanya sebatas Pemusatan Latihan (TC) jangka panjang.
"Mereka potensial, tetapi memang harus lebih banyak dimatangkan lagi di kompetisi dengan menit bermain yang banyak. Bukan hanya sekedar ikut TC panjang," ungkap pengamat sepak bola nasional, Rais Adnan, Selasa, 18 Februari 2025.
Baca Juga: Barcelona Lengserkan Real Madrid Usai Menang Kontroversial atas Rayo Vallecano
"Karena dengan ikut kompetisi mereka memiliki jam terbang dan pengalaman bermain di permainan lebih tinggi yang penuh dengan tekanan," katanya.
Minimnya jam terbang bermain di kompetisi level tinggi itu lah, menurut Rais, jadi biang kerok kegagalan skuat Garuda di Piala Asia U20 2025.
Karena menurutnya potensi tanpa kematangan bermain tidak akan bisa, apalagi menghadapi tim-tim level Asia.
Seperti diketahui, bila Timnas U20 pada akhirnya tersingkir lebih awal dari perjuangan mencari tiket Piala Dunia 2025, setelah kandas dua kali di penyisihan grup atas Iran (0-3) dan Uzbekistan (1-3).
Baca Juga: Pernyataan Sikap LIB Atas Insiden Pada Laga Persija vs Persib, Tindak Tegas Suporter Anarkis
Rais pun berharap para pemain Tim Nasional Indonesia U20 bisa lebih banyak lagi ditempa di kompetisi level tinggi.
Jika para pemain muda ini bisa bersaing di level klub, dalam artian mendapatkan tempat di tim utama, maka dirinya percaya para pemain muda ini memiliki masa depan cerah.
"Apa yang dimiliki saat ini, mungkin adalah pemain yang terbaik yang kita punya diumuran mereka," imbuhnya
"Tapi, kematangan itu yang harus dipoles dan untuk mendapatkannya harus banyak-banyak bermain di kompetisi selevel Liga 1, karena mereka butuh pengalaman itu," tambahnya lagi.