SportlinkNews - Hari ini, Nike memperkenalkan sepatu bola Mercurial pertama milik Vini Jr., sebagai bentuk penghormatan kepada asal-usulnya dan ciri khas Brasilnya, sekaligus merayakan kebangkitannya ke puncak karier.
Terkenal karena gayanya yang menonjol dan kecemerlangannya di lapangan, sepatu bola yang mencerminkan keberaniannya adalah hal yang tepat untuk diciptakan.
Sepatu bola ini menghidupkan perjalanan Vini Jr. melalui perpaduan warna yang tak boleh dilewatkan: penghormatan yang pantas atas kebangkitannya dari kampung halamannya di Rio hingga meraih pengakuan internasional bersama Real Madrid.
Baca Juga: Sepatu Ini Bikin Megawati Terbang Tinggi, Harganya Cuma Rp 850.000
Jika dilihat lebih dekat, sepatu bola ini memperlihatkan dua panel yang kontras di kedua sisinya.
Pudarnya warna merah menjadi kuning di sisi kanan melambangkan tahun-tahun pembentukan Vini Jr. bersama Flamengo, sementara sisi kiri dipenuhi warna biru, hijau, dan kuning, yang terinspirasi oleh warna tim nasional Brasil.
Frasa “Vini Fly, Vini Voa” diulang di kedua panel dan dicetak di bagian tumit dengan warna hitam.
Baca Juga: China Takut Melawan Timnas Indonesia, Soroti Pemain Naturalisasi Ini
Dengan Swoosh berukuran besar, terinspirasi oleh Nike Vaporfly, dan lapisan pelat pearlescent yang memudar melengkapi tampilan yang berani.
Sepatu ini menampilkan performa terbaik di kelasnya yang diharapkan dari Mercurial, termasuk unit Air Zoom tiga perempat panjang yang unik untuk akselerasi yang kenyal dan ujung Gripknit yang memberikan koneksi sepatu ke bola yang presisi.
Nike Vini Jr. Mercurial Vapor akan tersedia secara global pada 26 Mei di nike.com dan lokasi ritel tertentu.
Artikel Terkait
Tottenham Vs Manchester United: Prediksi Final Liga Europa Superkomputer Opta
Kabar Buruk dari China Jelang Melawan Timnas Indonesia, Pemain Pilar Ini Dihantam Cedera
Final Liga Europa antara Tottenham dan Manchester United Bernilai Rp 1,4 Triliun
Tottenham Vs Manchester United: Tujuh Kunci Final Liga Europa
Megawati Menangis di Podcast Deddy Corbuzier, Sempat Ingin Mundur di Korea
Momen Mengejutkan, Perkelahian Hooligan Manchester United dan Tottenham Menjelang Final Liga Europa