Era Emas Signature Shoes Kembali Mengguncang NBA dan WNBA 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 14 Mei 2026 | 00:03 WIB
Ja Morant: Nike Ja 3. Sepatu signature salah satu bintang NBA. (sneaker.co)
Ja Morant: Nike Ja 3. Sepatu signature salah satu bintang NBA. (sneaker.co)

SportlinkNews - Sepatu basket bukan lagi sekadar perlengkapan pertandingan. Di NBA dan WNBA 2026, signature shoes telah berubah menjadi identitas pemain, simbol status, sekaligus arena persaingan baru antarbrand olahraga dunia.

Musim ini menjadi salah satu periode paling ramai dalam sejarah industri sneaker basket. Sebanyak 33 pemain aktif dari NBA dan WNBA kini memiliki lini sepatu signature dari 16 merek berbeda.

Jumlah itu menjadi rekor baru dan memperlihatkan bagaimana pasar sepatu basket kembali memasuki era emasnya.

Baca Juga: Masa Depan LeBron Menggantung, Lakers Mulai Siapkan Era Baru

Jika dua tahun lalu tren ini baru mulai bangkit, kini momentumnya benar-benar meledak.

Nama-nama seperti Anthony Edwards, Ja Morant, hingga Devin Booker menjadi wajah generasi baru sneaker basket modern.

Belakangan, dominasi itu semakin ramai setelah Shai Gilgeous-Alexander dan A'ja Wilson ikut meramaikan pasar dengan model signature terbaru mereka.

Baca Juga: Thailand Open 2026: Thalita Rebut Tiket Babak Kedua, Intanon Jadi Ujian Berikutnya

Tidak hanya pemain pria, WNBA kini semakin memiliki tempat penting dalam industri sneaker global. Tahun ini, Angel Reese resmi masuk jajaran atlet signature shoe melalui peluncuran Reebok Angel Reese 1.

Kehadiran Reese sekaligus menandai kembalinya Reebok ke persaingan sepatu basket elite. Desain agresif dengan material TPU dan teknologi Energy Return System membuat model debut Reese langsung mencuri perhatian.

Sementara itu, A'ja Wilson terus memperkuat posisinya sebagai ikon baru basket putri bersama Nike.

Baca Juga: Jumlah Klub Full Granted Club Licensing AFC Bertambah, I.League Klaim Standar Kompetisi Meningkat

Setelah merebut gelar MVP keempat dan cincin juara ketiga, Wilson bersiap meluncurkan Nike A’Two pada 2026 dengan teknologi Air Zoom terbaru dan bantalan Cushlon 3.0.

Di kategori pemain NBA, perkembangan paling menarik datang dari Anthony Edwards. Bersama adidas, Edwards berhasil menciptakan salah satu lini signature paling sukses dalam dua musim terakhir lewat adidas Anthony Edwards 2.

Desain bertaring dan pendekatan futuristik menjadi identitas utama sepatu tersebut, sejalan dengan tren baru industri yang kini dipenuhi bentuk tajam dan siluet agresif.

Baca Juga: Bukan Kasihan, Carlo Ancelotti Sebut Pemanggilan Neymar Murni Alasan Teknis

Gelombang desain futuristik juga terlihat dalam rilisan terbaru James Harden lewat adidas Harden Vol. 10. Harden bahkan disebut sebagai salah satu pemain yang membuka jalan bagi revolusi desain modern sneaker basket beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, Giannis Antetokounmpo tetap menjadi wajah utama Nike Basketball melalui Nike Zoom Freak 8. Meski masa depannya bersama Milwaukee Bucks mulai dipenuhi rumor transfer, hubungan Giannis dengan Nike tetap terlihat solid.

Hal serupa terjadi pada Ja Morant yang mempertahankan popularitas Nike Ja 3 di tengah performa naik turun bersama Memphis Grizzlies.

Baca Juga: Pep Guardiola Ogah Terjebak Drama VAR Arsenal

Sementara itu, Austin Reaves menjadi salah satu kisah paling mengejutkan tahun ini. Ketika pertama kali mendapat signature shoe dari Rigorer, Reaves masih dianggap pemain pelapis di Los Angeles Lakers.

Kini, setelah berkembang menjadi salah satu motor ofensif Lakers, Rigorer AR3 justru ikut naik kelas bersama popularitas Reaves yang terus meningkat.

Pasar sneaker basket juga mulai bergerak ke arah baru dengan keterlibatan desainer mode dan pendekatan lifestyle. Tyrese Haliburton misalnya, menjadi pusat proyek kreatif baru PUMA bersama desainer Salehe Bembury.

Baca Juga: Bhayangkara Presisi Bungkam Zhaiyk di Laga Pembuka AVC Champions League 2026

Perubahan ini menunjukkan bahwa sepatu signature kini tidak hanya bicara performa di lapangan, tetapi juga budaya, fesyen, dan identitas personal atlet.

Beberapa nama besar lain juga sedang bersiap masuk pasar signature shoe. Caitlin Clark dan Cade Cunningham disebut tengah mengembangkan model sepatu bersama Nike.

New Balance juga telah mengonfirmasi bahwa Tyrese Maxey akan segera memiliki signature shoe sendiri.

Baca Juga: Marc Marquez Tak Lagi Mampu Gunakan Lengannya Secara Maksimal

Dengan playoff NBA 2026 sedang berlangsung, industri sneaker basket diperkirakan kembali memasuki periode pengumuman besar dalam beberapa bulan ke depan.

Dan seperti persaingan di lapangan, perebutan dominasi sepatu basket kini juga semakin panas.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: hypebeast

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X