SportlinkNews - PUMA kembali menegaskan identitas klasiknya dengan merilis edisi spesial King Platinum “Pantera Negra”, sebuah koleksi yang menghadirkan sentuhan nostalgia sekaligus penghormatan bagi legenda Portugal, Eusébio.
Seri ini dirancang untuk menghadirkan kembali kemewahan siluet King berbahan kulit yang selama bertahun-tahun melekat dalam sejarah merek tersebut.
Peluncuran terbaru ini menandai kembalinya material kulit pada lini King, sebuah keputusan yang hanya diterapkan untuk edisi khusus ini.
Baca Juga: Hasil Super League: Persis Solo Tahan Imbang Bali United FC, Banyak Peluang Gagal Jadi Gol
PUMA tampak ingin menghidupkan kembali warisan craftsmanship yang membuat King menjadi ikon dalam dunia sepak bola sejak era keemasan.
Dengan fokus pada detail dan kualitas bahan, King Platinum versi “Pantera Negra” menjadi bentuk penghormatan langsung terhadap gaya permainan Eusébio yang terkenal halus namun mematikan.
Desain sepatu ini tampil dalam nuansa serba hitam, menghadirkan kesan misterius sekaligus elegan.
Baca Juga: Thom Haye Percaya Diri, Persib Sedang Tulis Sejarah di AFC Champions League 2
Bagian upper berbahan kulit premium, dihiasi aksen emas yang ditempatkan secara halus sebagai penanda nilai klasik King.
Bentuknya yang khas membuat edisi ini terlihat seperti potongan sejarah yang kembali dihadirkan dalam pendekatan modern, sebuah tampilan yang dapat disebut sebagai perpaduan gaya klasik dan kontemporer yang tepat.
Tidak hanya soal estetika, penghormatan pada Eusébio terasa semakin kuat melalui jumlah produksi yang sangat terbatas.
Baca Juga: Tempatkan Wakil, Sayang Tak Berbuah Hasil Positif di Australia Open 2021
PUMA hanya merilis 1965 pasang, sebuah angka yang langsung terhubung dengan tahun ketika Eusébio meraih Ballon d’Or dan menegaskan dirinya sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang masa.
Kolaborasi simbolis ini mempertegas bagaimana koleksi ini bukan sekadar sepatu, tetapi representasi warisan seorang legenda yang mengubah insting menjadi seni, kekuatan menjadi puisi, dan rasa takut lawan menjadi penghormatan.
Artikel Terkait
Persebaya Akhiri Kerja Sama dengan Eduardo Perez Usai Ditahan Imbang Arema FC
Kalahkan Bhayangkara FC, PSIM Yogya Pertahankan Tren Positif di Pekan ke-13 Super League 2025/26
MilkLife Soccer Challenge: Dua Final Berakhir dari Titik Putih, Begini Pesan Ketum KONI Pusat
Dua Pasangan Muda Bersinar, Indonesia Kunci Dua Gelar di Australia Open 2025
Nadeo Argawinata Selamatkan Penalti Krusial, Borneo FC Makin Tak Terkejar di Super League