SportlinkNews - Nike kembali menelusuri arsip produk kecepatan mereka dan menghadirkan kembali salah satu warna yang telah lama menjadi ciri khas lini Mercurial.
Lewat peluncuran seri terbaru bertajuk “Déjà Vu”, merek tersebut memunculkan kembali nuansa nostalgia yang mengingatkan publik pada betapa ikonisnya Mercurial berwarna oranye di berbagai era.
Sejak awal kehadirannya, Mercurial dikenal sebagai silo yang selalu tampil mencuri perhatian.
Baca Juga: Tolak Hotel Berbintang, Luciano Spalletti Lebih Memilih Tinggal di Tempat Latihan Juventus
Dari generasi Vapor hingga Superfly, mulai dari penggunaan pelindung tali hingga era material flyknit, Mercurial tidak pernah meninggalkan identitasnya sebagai sepatu yang berani tampil beda.
Di antara banyak kombinasi warna yang dirancang untuk merepresentasikan kecepatan, satu warna berkembang menjadi identitas kuat: oranye.
Warna ini menjadi semacam tanda pengenal dan nadi bagi karakter Mercurial.
Baca Juga: Gelandang Manchester City Tijjani Reijnders Masih Belum Move On, Dukung AC Milan Raih Scudetto
Oranye terang, tegas, dan sangat merepresentasikan jiwa Mercurial.
Masuknya seri Déjà Vu menegaskan kembali usaha Nike untuk merayakan warisan tersebut.
Merek ini seolah mengajak publik menengok kembali perjalanan panjang sang silo, terutama momen-momen ketika Mercurial oranye mendominasi lapangan dan menjadi ikon para pemain cepat.
Baca Juga: FIFA Umumkan Kota Penyelenggara Piala Dunia 2026 Tempat 104 Pertandingan akan Digelar di Tiga Negara
Pada berbagai generasi, warna oranye selalu memiliki tempat khusus pada Mercurial.
Warna ini identik dengan akselerasi, hadir dari model awal tahun 2000-an hingga seri Vapor dan Superfly modern.