Maestro hadir untuk mencuri perhatian sebagai sepatu para kreator, penghibur, dan pengambil risiko di lapangan.
Tiempo Maestro dirancang untuk pemain yang mengandalkan visi, sentuhan, dan imajinasi.
Nike meninggalkan material kulit tradisional yang selama ini menjadi DNA Tiempo, lalu menggantinya dengan konstruksi sintetis futuristik bernama Techleather.
Meski demikian, karakter utama Tiempo tetap dipertahankan.
Baca Juga: Ruben Amorim Tertipu, Keunggulan Manchester United Berakhir Imbang Ditahan Bournemouth
Warna peluncuran terbatas bertajuk “Mtlc Red Bronze/Mtlc Rose Gold” memperkuat nuansa modern dengan sentuhan metalik yang memantulkan warna perunggu dan emas mawar saat terkena cahaya.
Dari sisi performa, Tiempo Maestro dibangun berdasarkan tiga pilar utama. Pilar pertama adalah sentuhan.
Material Techleather diklaim mampu memberikan rasa lebih lembut dan konsisten saat bersentuhan dengan bola.
Baca Juga: Yenny Wahid Semringah, Panjat Tebing Borong Medali di SEA Games Thailand 2025
Permukaan sepatu dilengkapi tekstur bergelombang yang tidak hanya mempertegas tampilan aerodinamis, tetapi juga meningkatkan kontrol dalam kecepatan tinggi.
“Para atlet meminta semua yang mereka sukai dari kulit alami, kenyamanan, sentuhan, dan kepercayaan diri, tanpa mengorbankan performa.” ujar Marian Dougherty, VP Global Football Footwear Nike.
“Dengan Techleather, kami telah menghadirkan hal tersebut dan lebih dari itu: sebuah material yang menghormati warisan Tiempo sambil mendefinisikan ulang apa yang dapat dicapai oleh sepatu kulit masa depan.”
Baca Juga: Update Klasemen SEA Games 2025: Indonesia Peringkat Dua, Fokus Emas Sampai Hari Terakhir
Pilar kedua adalah kenyamanan dan kesesuaian.