SportlinkNews - Merek sepatu skate baru, Village PM, muncul dari eksperimen sederhana yang dilakukan pada malam hari di jalanan Paris.
Tanpa sorotan publik, proyek ini bermula dari dua sahabat, Basile dan Bram, yang mencoba memadukan karakter agresif sepatu panjat tebing dengan kebutuhan teknis skateboard.
Pada tahap awal, Bram menguji berbagai prototipe sepatu hasil modifikasi. Ia membongkar beberapa model sepatu skate, mengganti bagian foxing dengan karet panjat, lalu menggunakannya untuk sesi skate malam.
Baca Juga: Lawan RC Celta, Real Madrid Berusaha Menghentikan Tren Negatif
Tujuannya bukan sekadar tampilan, melainkan mencari kombinasi terbaik antara daya cengkeram, presisi, dan ketahanan terhadap abrasi.
Ide tersebut mulai dikembangkan serius pada 2023. Basile yang memiliki latar belakang inovasi sepatu, pernah bekerja di Salomon, merasa desain sepatu skate modern cenderung stagnan dan semakin menyerupai perlengkapan olahraga murni.
Ia melihat peluang untuk menciptakan produk yang tidak hanya fungsional saat skating, tetapi juga tetap relevan dipakai sehari-hari.
Baca Juga: Revans atas Jafar/Felisha, Amri/Nita Lolos ke Perempat Final All England 2026.
Pengembangan awal dilakukan secara tertutup di Annecy, Prancis, dengan beberapa putaran prototipe sebelum akhirnya diproduksi secara industri.
Basile dan Bram bahkan membuat cetakan sepatu sendiri serta merancang komposisi karet khusus, alih-alih menggunakan cetakan terbuka yang lazim dipakai banyak merek.
Identitas teknis Village PM kemudian dirumuskan melalui metode konstruksi bernama Rubber Glove Construction, yakni sistem perakitan sepatu berbasis karet yang berbeda dari metode cupsole maupun vulkanisasi tradisional.
Baca Juga: All England 2026: Putri Kusuma Wardani Hadapi Ujian Berat, Jumpa An Se-young di Perempat Final
Konsep ini diuji secara langsung melalui eksperimen sederhana, yakni memodifikasi sepatu skate yang sudah ada lalu mengujinya di lapangan.
Village PM mulai menarik perhatian publik saat melakukan aktivasi khusus menggunakan truk pameran pada Paris Fashion Week Juni 2024.
Namun, menurut para pendirinya, peluncuran resmi merek tersebut baru terjadi pada Maret 2025 ketika produk mereka pertama kali tersedia di toko ritel dan video perdana diputar di butik fashion Paris, The Broken Arm.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Ganggu Persiapan Irak Menuju Play-off Piala Dunia 2026
Salah satu model yang mendorong popularitas merek ini adalah 1PM, yang menampilkan sistem tali asimetris, desain sisi terinspirasi sepatu panjat, serta dua tab tumit khas.
Alih-alih menampilkan logo besar seperti swoosh atau tiga garis, Village PM mengandalkan elemen desain sebagai identitas visual.
Setelah itu, mereka merilis model 1.30 dengan harga lebih terjangkau serta 2PM, versi terbaru dengan desain lebih ramping dan perlindungan tambahan pada area tali sepatu.
Baca Juga: Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Absen Lawan Borneo FC
Filosofi pengembangannya tetap sama, mengutamakan fungsi sebelum estetika.
Sejak debut ritel pada 2025, Village PM terus memperluas distribusi. Merek ini kini bersiap memasuki pasar Amerika Serikat melalui jaringan toko skate dan butik fashion mulai September mendatang.
Meski pertumbuhan merek semakin pesat, Basile dan Bram menegaskan tujuan mereka bukan sekadar ekspansi besar.
Mereka ingin membangun merek secara berkelanjutan dan tetap memiliki dampak nyata di dunia skateboard dan desain sepatu.