Kisah asal mula motif Burung Unta sudah dikenal luas. Saat berjalan-jalan di kawasan SoHo, New York City pada tahun 80-an, Hatfield melewati butik furnitur kelas atas, di mana ia melihat sofa yang dilapisi motif burung unta yang mewah.
Teksturnya sangat alami. Bergelombang, beralur, organik. Ini adalah objek yang ditinggikan hanya karena bahan yang melapisinya.
Baca Juga: Bulan Terbit Sempurna di Cincin Olimpiade Paris 2024 yang Hiasi Menara Eiffel
Hatfield kembali ke Nike dan ingin menerapkan motif tersebut pada sepatu performa, yang merupakan hal yang luar biasa untuk era ketika kedua dunia tidak pernah bercampur. Ambil sepatu atletik dan buat menjadi...non-atletis?
Itu merupakan hal yang revolusioner pada saat itu. Hingga saat itu, Nike dipandang terutama sebagai merek performa yang utilitarian.
Tantangannya: menggabungkan elemen gaya hidup dengan produk performa tinggi, lalu menambahkan cerita melalui warna atau tekstur yang berasal dari waktu atau tempat tertentu. Kombinasi itu menonjol.