SportlinkNews - PSSI menegaskan kesiapannya menjawab amanah Presiden Republik Indonesia untuk membawa sepak bola nasional tampil di pentas dunia pada 2030.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut target tersebut bukan sekadar mimpi, melainkan arah utama seluruh program transformasi yang kini dijalankan federasi.
Menurut Erick, pesan Presiden yang disampaikan dalam pembukaan Kongres Biasa PSSI 2026 menjadi dorongan bagi seluruh insan sepak bola untuk terus bekerja lebih keras membangun prestasi secara berkelanjutan.
Baca Juga: Susunan Pemain Vietnam vs Indonesia: Pelatih Kim Sang-sik Cadangkan Dinh Bac, Belajar dari Pelatih Park untuk Menetralisir Indonesia?
"Takdir kita di sini adalah takdir yang harus kita dorong bersama agar sepak bola Indonesia menjadi yang terbaik di Asia Tenggara maupun Asia. Semua program kita kini memiliki tolak ukur (KPI) dan target yang jelas. Ini adalah kerja nyata," ungkapnya usai Kongres Biasa PSSI 2026, di Jakarta, Senin, 3 Agustus.
Ia menilai fondasi menuju target tersebut mulai terlihat dari peningkatan peringkat FIFA Indonesia yang melonjak dari posisi 151 ke peringkat 118 dunia.
Namun, Erick menegaskan keberhasilan itu harus diikuti pembangunan ekosistem sepak bola yang lebih kuat, mulai dari sumber daya manusia, pembinaan usia dini, hingga kompetisi.
Baca Juga: Bangkit! Timnas Voli Putri Indonesia Petik Kemenangan Perdana di SEA V Cup 2026
Di bidang pengembangan SDM, PSSI mencatat jumlah wasit meningkat dari sekitar 7.000 menjadi 23.000 orang. Sementara jumlah pelatih bertambah dari 12.814 menjadi 18.275 orang.
Meski demikian, Erick menilai angka tersebut masih jauh dari ideal jika dibandingkan dengan negara-negara maju di Asia, seperti Jepang.
Karena itu, PSSI mendorong program sertifikasi pelatih dan wasit masuk ke sekolah-sekolah melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan pemerintah daerah.
Baca Juga: Kim Sang-sik: Vietnam Wajib Menang atas Indonesia
"Angka ini masih kurang jika dibandingkan dengan Jepang. Karena itu, saya mendorong sertifikasi kepelatihan dan perwasitan masuk ke sekolah-sekolah," tuturnya.
PSSI juga terus memperkuat pembinaan usia muda melalui Garuda Academy yang telah memasuki tahun kedua.
Program tersebut dilengkapi pemberian beasiswa bagi talenta potensial sebagai bagian dari upaya menciptakan regenerasi pemain nasional.
Baca Juga: John Herdman Terkesan dengan Thom Haye, Sebut Punya Komitmen Luar Biasa
Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 203.000 talenta pemain dan 1.450 Sekolah Sepak Bola (SSB). Erick memastikan jumlah tersebut akan terus ditingkatkan agar rantai pembinaan semakin kuat.
Transformasi juga menyentuh sepak bola putri. Saat ini timnas putri dinilainya sudah mulai berprestasi, tetapi masih di level 2.
"Dua kali timnas putri beruntun menjadi juara AFF di level Divisi 2 dan kini menempati peringkat 21 dunia. Itu membuka peluang untuk naik ke level kompetisi yang lebih tinggi di AFF," imbuhnya.
Baca Juga: Alonso Sembuhkan Luka Real Madrid untuk Memimpin Revolusi Senior Chelsea
Di cabang futsal, Indonesia juga menunjukkan perkembangan signifikan. Timnas futsal sukses menjuarai AFF 2024 dan SEA Games 2025, sekaligus menembus peringkat 14 dunia.
Selain pembinaan, Erick terus mendorong peningkatan kualitas infrastruktur dan tata kelola kompetisi.
Ia mengapresiasi implementasi club licensing oleh klub-klub profesional serta pembentukan National Dispute Resolution Chamber (NDRC) sebagai upaya melindungi hak-hak pemain.
Baca Juga: Fakta-fakta Perseteruan Keluarga Beckham: Ibu Mertua dan Menantu Bermusuhan Hanya karena Satu Tombol Like
Erick juga menantang klub-klub Indonesia untuk lebih berani mengukur kemampuan di level internasional dengan menghadapi klub-klub luar negeri.
"Kalau Australia bisa mengundang Chelsea bertanding melawan klub lokal, kenapa klub-klub Indonesia tidak bisa? Kita harus berani melawan takdir," tegasnya.
Bagi Erick, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari peta jalan menuju target besar yang diamanatkan Presiden, yakni membawa Indonesia tampil di panggung sepak bola dunia pada 2030.
Baca Juga: Real Madrid Sia-siakan Keunggulan, Kean Menyelamatkan Fiorentina di Klagenfurt
"Peningkatan peringkat FIFA dari 151 ke 118 menunjukkan kita berada di jalur yang benar. Sekarang tugas kita adalah menjaga konsistensi agar mimpi Indonesia tampil di pentas dunia bisa menjadi kenyataan," tambahnya.
Artikel Terkait
Usai Dikalahkan Argentina Harry Kane Tidak Yakin akan Bermain di Piala Dunia 2030
Resmi Jadi WNI, Luke Vickery Siap Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Boikot Piala Dunia 2030 Argentina, Begini Reaksi FIFA
Presiden Prabowo Subianto Patok Target Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030
Presiden: Sepak Bola Bangun Karakter Bangsa, Indonesia Harus Bidik Piala Dunia 2030