Ia menilai turnamen seperti SEA Games sejatinya menjadi panggung penting bagi pemain muda untuk menempa diri menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi.
Baca Juga: Kalah Telak dari Dewa United, Milomir Seslija akan Evaluasi Total Skuat Persis Solo
Carlos Pena juga menegaskan bahwa kegagalan ini harus dibaca sebagai sinyal serius bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia.
Menurutnya, perkembangan sepak bola nasional memang terlihat dalam beberapa tahun terakhir, namun masih banyak aspek yang perlu dibenahi agar mampu bersaing secara konsisten di level internasional.
“Kegagalan yang besar untuk sepakbola Indonesia,” lanjut Pena.
Baca Juga: Paul Munster Tidak Terpengaruh dengan Kekalahan Persib: Ini Pertandingan yang Berbeda
“Anda harus bangkit untuk kembali dan menampilkan versi terbaik untuk itu,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pena berharap pengalaman pahit di SEA Games 2025 dapat membentuk mental para pemain timnas U-22 agar lebih siap menghadapi tekanan di turnamen-turnamen berikutnya.
Ia menilai proses pembelajaran melalui kegagalan justru sering kali menjadi fondasi penting bagi kesuksesan jangka panjang.
Baca Juga: Persib Tidak Mau Gegabah Menghadapi Bhayangkara Presisi di Laga Pekan ke-15 Super League
Di luar pembahasan soal timnas U-22 Indonesia, Carlos Pena juga menyinggung kondisi salah satu pemain Persita, Hokky Caraka, yang baru saja menjalani tugas bersama Garuda Muda.
Ia memastikan bahwa sang penyerang berada dalam kondisi fisik dan mental yang baik jelang laga lanjutan kompetisi domestik.
Persita Tangerang dijadwalkan menghadapi Persik Kediri pada pertandingan berikutnya.
Baca Juga: Kontingen Indonesia Runner-up SEA Games 2025, KONI Pusat Sebut Ini Buah Pembinaan
Pena berharap Hokky Caraka mampu segera mengalihkan fokusnya ke level klub dan memberikan kontribusi maksimal bagi tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut.