SportlinkNews - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menanggapi santai komentar pelatih Oman yang menilai posisi Timnas Indonesia di ranking FIFA tidak mencerminkan kekuatan sebenarnya yang dimiliki skuad Garuda.
Usai menghadapi Indonesia dalam laga FIFA Matchday, kubu Oman mengaku terkejut dengan kualitas permainan yang ditunjukkan pasukan Merah Putih.
Menurut mereka, performa Timnas Indonesia terlihat jauh lebih kuat dibandingkan posisinya yang saat ini menempati posisi 119 ranking FIFA.
Baca Juga: PBSI Tarik Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari Australian Open 2026
Menanggapi hal tersebut, Erick memilih melihatnya sebagai bagian dari perkembangan sepak bola modern yang membuat jarak antartim nasional semakin tipis.
"Ya, kita jangan saling tipu. Kita saling main yang benar saja," ujar Erick sambil tersenyum kepada media usai meninjau latihan Timnas di Stadion Madya GBK, Senin, 8 Juni.
Menurutnya, hasil-hasil pertandingan internasional saat ini menunjukkan bahwa perbedaan peringkat FIFA tidak selalu menentukan jalannya pertandingan.
Baca Juga: Yunani 0-1 Italia: Rekor Sempurna Baldini, Pio Esposito Kembali Mencetak Gol
Banyak tim yang secara ranking berada di bawah mampu memberikan perlawanan sengit bahkan meraih hasil positif saat menghadapi negara yang lebih unggul.
Erick mencontohkan sejumlah hasil mengejutkan yang terjadi di ajang internasional. Baginya, fenomena tersebut menjadi bukti bahwa persaingan sepak bola dunia kini semakin merata.
"Di sepak bola sekarang banyak hasil yang menunjukkan persaingan semakin dekat. Misalnya di Piala Dunia kemarin, Iran sama Spanyol bisa menahan imbang 1-1. Lalu, Uzbekistan lawan Kanada kalah 1-0. Jadi tidak bisa hanya melihat ranking semata," tuturnya.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Badai Cedera Neymar Kejutkan Seluruh Brasil
Erick yang juga Menpora itu menilai perkembangan sepak bola global membuat setiap negara terus berbenah untuk meningkatkan kualitas tim nasional mereka.
Mulai dari pembinaan usia dini, penguatan kompetisi domestik, hingga pemanfaatan pemain diaspora kini menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan sebuah negara.
"Saya rasa dinamika sepak bola saat ini berkembang sangat cepat dan tingkat persaingannya semakin ketat," ucapnya.
Baca Juga: Media Vietnam Tuding 2 Keputusan Kontroversial Wasit Untungkan Timnas Indonesia
"Sebab itu setiap negara harus serius membangun pembinaan usia dini (grassroots), memperkuat kompetisi, serta mengembangkan potensi pemain diaspora di berbagai belahan dunia."
Karena itu, Erick tidak ingin keberhasilan Timnas Indonesia saat ini dipandang sebagai sesuatu yang instan. Ia menegaskan bahwa peningkatan performa yang terlihat di lapangan merupakan hasil dari proses panjang yang terus dijalankan PSSI.
"Kompleksitas sepak bola modern juga semakin menantang, sehingga kami di PSSI harus terus bekerja lebih keras untuk meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia."
Baca Juga: Padatnya Jadwal Kompetisi Asia-ASEAN, I.League Siapkan Skema Khusus untuk Persib dan Borneo
Erick menambahkan, komentar dari pelatih Oman justru bisa menjadi sinyal positif bahwa perkembangan Timnas Indonesia mulai mendapat perhatian dari negara lain.
Namun, ia mengingatkan bahwa hal tersebut tidak boleh membuat seluruh elemen sepak bola Indonesia cepat berpuas diri.
Menurutnya, pekerjaan rumah PSSI masih sangat banyak jika ingin membawa Indonesia bersaing secara konsisten di level Asia maupun dunia.
Baca Juga: Prancis Usung Misi Juara Piala Dunia 2026 sebagai Kado Perpisahan Didier Deschamps
"Yang terpenting adalah kami harus terus bekerja keras. Sepak bola terus berkembang dan kami juga harus terus meningkatkan kualitas di semua aspek," pungkas Erick.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)