SportlinkNews - Saat itu, timnas Indonesia, meskipun bermain di kandang sendiri, harus berjuang keras untuk mendapatkan satu poin melawan tim Vietnam.
Setiap kali tim nasional Vietnam bermain tandang di Indonesia, tekanan dari penonton tuan rumah sangat besar.
Namun, 24 tahun yang lalu, Vietnam membuat seluruh kancah itu merasakan kecemasan selama lebih dari 90 menit. Itu adalah hasil imbang 2-2 di Piala Tiger 2002, ketika tim asuhan pelatih Henrique Calisto hampir mengalahkan tuan rumah Indonesia di Jakarta.
Baca Juga: Kim Sang-sik: Vietnam Wajib Menang atas Indonesia
Tim nasional Vietnam akan memperbarui skuad.
Piala Tiger 2002 diselenggarakan bersama oleh Indonesia dan Singapura. Grup A berlangsung di Jakarta dan meliputi Vietnam, Indonesia, Myanmar, Filipina, dan Kamboja.
Tim nasional Vietnam memasuki turnamen sebagai generasi emas 1995-2000 yang secara bertahap memasuki senja karier mereka.
Pemain veteran seperti Huynh Duc dan Duc Thang, Pelatih Calisto memutuskan untuk memberi kesempatan kepada pemain muda seperti Minh Phuong, Tai Em, dan Van Quyen.
Baca Juga: Bangkit! Timnas Voli Putri Indonesia Petik Kemenangan Perdana di SEA V Cup 2026
Pada saat yang sama, pemain senior seperti Tran Truong Giang dan Huynh Hong Son juga mendapat kesempatan untuk berpartisipasi di Piala Tiger untuk pertama kalinya.
Sementara itu, Indonesia tidak memulai dengan harapan. Meskipun sebagai tuan rumah, Indonesia bermain imbang 0-0 dengan Myanmar di pertandingan pembuka, kemudian kesulitan menang 4-2 melawan Kamboja.
Hasil ini membuat pertandingan melawan Vietnam di laga ketiga menjadi sangat penting. Kekalahan akan menempatkan Indonesia pada posisi yang kurang menguntungkan dalam perebutan tempat di semifinal.
DUA GOL MEMBUAT SELURUH STADION KARNO TERPESONA
Timnas Indonesia memulai pertandingan dengan tekad yang kuat dan dengan cepat mencetak gol pembuka pada menit ke-12.
Budi Sudarsono memanfaatkan peluang tersebut untuk membawa skuad Garuda unggul, menyebabkan atmosfer di Stadion Gelora Bung Karno meledak.