SportlinkNews - Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) masih ada. Bahkan terus melangkah meski digunjang oleh munculnya Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) yang diracik Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Pertina pimpinan Mayjen TNI (purn) Komaruddin Simanjuntak tak gentar. Aktivitas Pertina tetap berjalan normal.
Bahkan Pertina mengirim empat petinju ke Thailand Open International Boxing Tournament 2025 pada 24 Mei hingga 1 Juni 2025.
Baca Juga: Dendam Belum Tuntas, Duel Ulang Chris Eubank Jr Vs Conor Benn Digelar 27 September
Keempat petinju tersebut adalah Yoshua Holy Masihor kelas 50-55kg, Maikhel Roberrrd Muskita (80-85kg), Merlin Tomatala (45-48kg putri) dan Reka Mariana Kasibulan (57-60kg putri).
Mereka didampingi pelatih kepala In Ho Cheon, Yomaki Frans, Dufri Masihor (pelatih, Clinton Caniago Tallo (team officials) dan manager Verry Yugangga.
"Turnamen open ini sangat penting untuk jam terbang atlet dan persiapan di kancah multi event internasional serta try out SEA Games 2025," kata Verry Yugangga.
Lebih lanjut dikatakan Verry, keikutsertaan ini membuktikan bahwa Pertina masih ada di Indonesia dan akan hadir di kejuaraan-kejuaraan dunia.
Baca Juga: Tottenham Vs Manchester United: Prediksi Final Liga Europa Superkomputer Opta
Pertina berharap para petinju yang berlaga dapat fokus dan mengibarkan bendera Merah Putih di kancah internasional.
"Untuk saat ini memang persiapan atlet masih desentralisasi di daerahnya masing-masing. Tapi, dengan program yang disinkronkan dengan PP Pertina. Sekarang mereka berkumpul dan latihan di Bulungan, Jakarta Selatan," jelas verry.
Thailand Open International Boxing Tournament 2025 ini memang cukup bergengsi. Tiap negara diminta menurunkan satu petinju terbaik di kelasnya masing-masing.
Baca Juga: PWI Jaya Gandeng Pertina DKI Jakarta Gelar Kejuaraan Tinju Terbuka Kadet & Remaja
Jadi, pesertanya adalah petinju-petinju terbaik dari negara-negara yang saat ini menjadi kiblat tinju dunia. Di antaranya Uzbekistan, Cuba, Rusia, Amerika, Ukraina, Inggris Raya, Kazastan, Irlandia dan Jepang.
Artikel Terkait
Final Liga Europa antara Tottenham dan Manchester United Bernilai Rp 1,4 Triliun
Tottenham Vs Manchester United: Tujuh Kunci Final Liga Europa
10 Atlet Tambahan dari Hasil Seleknas Masuk Pelatnas PBSI Tahap Dua
Megawati Menangis di Podcast Deddy Corbuzier, Sempat Ingin Mundur di Korea
Momen Mengejutkan, Perkelahian Hooligan Manchester United dan Tottenham Menjelang Final Liga Europa