Canelo vs Crawford: The New Champion...

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 14 September 2025 | 16:44 WIB
Terrance Crawford berhasil merebut gelar juara dunia yang sudah dikuasai Canelo sejak 2018.
Terrance Crawford berhasil merebut gelar juara dunia yang sudah dikuasai Canelo sejak 2018.


  • M. Nigara
    Wartawan Tinju Senior

SportlinkNews - Runtuh sudah kedigdayaan Saul Canelo Alvarez, Ahad (14/9/25) siang waktu Indonesia atau Sabtu (13/9/25) malam waktu Las Vegas, Nevada, USA.

Di hadapan sekitar 70.000 penonton yang memadati Stadion Allegiant, Las Vegas, Canelo kalah angka dari penantangnya Terence Crawford, 116-112, 115-113, dan 115-113.

Pertarungan itu sendiri sudah dipersiapkan sejak tahun lama. Banyak pihak yang menawarkan pada sang juara sejati kelas Super Middlewight asal Meksiko itu.

Namun Canelo selalu saja seperti menolaknya. Bahkan untuk memastikan 'tolakannya' itu, Canelo menyebut angka yang super fantastis.

Baca Juga: Pertina Langsung Eksis, Kirim Lima Petinju Terbaik ke Negeri Sembilan

"Boleh asal bisa di atas 100 juta (Rp 1, 65 triliun)," ujarnya.

Setelah tertunda cukup lama, akhirnya laga itu disepakati dengan bayaran antara Rp 1,65- Rp 2,475 triliun).

Ini merupakan bayaran tertinggi dalam sejarah olahraga profesonal. Sebelumnya Floyd Mayweather vs Manny Pacquiao beberapa tahun silam menerima bayaran mading-masing 100 juta dolar.

Ironisnya, Crawford sendiri hanya dibayar 10 juta atau Rp 165 miliar. Selisih jumlah yang sangat jauh. Dan ini bukan bayaran tertingginya. Ketika menghadapi Errol Soence jr, tahun 2023, Crawford menerima bayaran 25 juta.

Baca Juga: Momen Berkesan Derby Manchester: Rivalitas Dua Klub Tetangga yang Menyita Perhatian Dunia (Bagian 2)

Motivasi
Dengan jumlah bayaran yang minim, Crawford justru menggunakannya sebagai motivasi untuk tampil maksimal.

Begitu bel dibunyikan, Crawford yang sesungguhnya berkendala dengan kecepatan, lantaran harus menambah 63,5 kg berat badannya, catatan naik dua kelas dari Super Welter (69,85 kg) ke Super Middleweight (76,2 kg), justru mengambil inisiatif menekan.

Secara teori, seorang petinju yang naik dua kelas memiliki situasi yang tidak menguntungkan.

Baca Juga: Liverpool Mengatasi Rintangan Besar untuk Mendapatkan Alexander Isak Beralih ke Ahli Sains

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X