Petinju Binaan Pertina Borong 3 Medali Emas di Malaysia, Ketum KONI Pusat Ucapkan Selamat

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 21 September 2025 | 08:17 WIB
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengukuhkan dan melantik pengurus PP Pertina periode 2025-2030 yang dinahkodai Hillary Brigitta Lasut (kiri).
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengukuhkan dan melantik pengurus PP Pertina periode 2025-2030 yang dinahkodai Hillary Brigitta Lasut (kiri).

Osco mengaku terharu dan bangga dengan pencapaian yang diraih kelima petinju andalannya itu. Apalagi dunia tinju masih menjadi ‘hal baru bagi dia.

"Terus terang, saya sangat terharu melihat perjuangan adik-adik atlet yang benar-benar sangat serius dan bekerja keras baik saat latihan maupun di atas ring. Apalagi saya orang baru di dunia tinju. Ternyata benar-benar menantang,” ujar Ketua Prada, salah satu tim Relawan Prabowo – Gibran pada Pilpres yang lalu ini.

“Terima kasih ya, adik-adik semua. Kalian luar biasa,” ujar Osco dan Selly Selowati, salah satu wakil ketua umum sambil mengacungkan jempolnya ke para atlet dan pelatih.

Baca Juga: Erick Thohir Resmi Jadi Menpora, Fokus SEA Games hingga MotoGP Mandalika

Hanya Dua Menit Petinju Malaysia Bertekuk Lutut
Dari lima petinju yang berjuang di atas ring, semua pulang bawa hasil. Yang membanggakan tiga di antaranya meraih medali emas. Dua lainnya berbagi satu perak dan satu perunggu.

Ketiga atlet Timnas Tinju Indonesia yang mendulang medali emas masing-masing Yosua Holy Masihor di kelas 54 Kg, Elizer Gonzales kelas 60 Kg dan Alvino Caesar, dari 75 kg.

Dari tiga medali emas yang diraih, pencapaian Holy sangat menakjubkan. Petinju asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini hanya butuh waktu dua menit untuk memukul jatuh lawannya di ronde pertama.

Baca Juga: Ole Romeny Siap Bangkit, Harapan Baru Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Tiga kali pukulan uppercutnya mendarat di antara tulang rusuk Najmuddin Bin Abdul Rahman. Pukulan itu membuat lawan yang berasal anggota Tentara Kerajaan Malaysia, berlutut menahan sakit. Holly yang berada di sudut biru dinyatakan menang setelah wasit menghitung sampai 10.

Sebelumnya pada PON XXI Aceh – Sumut 2024 lalu, Holy juga meraih medali emas di kelas 54 Kg. Di final dia mengalahkan seniornya, Aldom Sugoro, petinju asal DKI Jakarta peraih medali emas SEA Games 2017 Kuala Lumpur.

Ayah Holy juga mantan petinju Indonesia, Dufri Masihor. Prestasinya juga mentereng. Peraih medali emas SEA Games 1997. Purnawirawan TNI AD ini kini menjadi pelatih. Dia bersama Vinky Montolalu mendampingi petinju Indonesia berjuang di Negeri Jiran, Malaysia.

Dua peraih medali emas lainnya yakni Elizer Gonzales dan Alvino Caesar. Elizer mengalahkan petinju tuan rumah, Muhammad Ridzuan Bin Johari. Sementara Alvino menang angka juga dari petinju Malaysia, Mohd Firdaus Bin Azis.

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X