SportlinkNews - Media menurukan tulisan Tim Tszyu akan menjadi atlet Australia yang menerima bayaran terbesar sepanjang sejarah.
Meski ada lima atlet yang menerima bayaran lebih besar angkanya, tetapi beda sesinya. Rata-rata atlet profesional Australia itu menerima bayaran kumulatif permusim bahkan ada yang hingga pensiun.
Tim Tszyu menerima bayaran hanya dalam satu pertandingan. Kita tahu pertarungan kejuaraan dunia 12 ronde, setiap ronde 3 menit, dan setiap jeda 1 menit.
Jika ditotal menjadi 48 menit. Maka, meski Ben Simmons yang mencatatkan rekor bayaran 51 juta dolar, itu untuk kurun waktu 2016-2022 atau tujuh tahun.
Sementara Tim Tszyu dipastikan akan menerima bayaran 10 juta dolar atau setara Rp 158, 750 miliar untuk laganya melawan Sebastian Fundora. Jadi, jika dibagi 48 menit, putra Kostya Tszyu itu akan menerima bayaran Rp 3, 307 miliar/menit.
Belum lagi laga ini berlangsung, Tom Brown sang promotor sudah menyiapkan laga yang lebih dahsyat. Tszyu sudah ditunggu oleh juara dunia Welterweight WBC/WBA/WBO. Dan promotor menyiapkan 15 juta dolar atau setara Rp 238, 5 miliar.
Jika semua itu bisa sesuai rencana, maka Tszyu akan benar-benar menjadi atlet dengan bayaran paking dahsyat di benua Kanguru itu. Sementara bayaran sang ayah terbesar hany 1 juta dolar.
Keberhasilan Tszyu itu diakui sebagai buah kerjasama yang indah dengan sang ayah. Kita tahu banyak anak-anak petinju yang sukses di atas ring, tetapi tidak berhasil dalam hubungan anak dan bapak.
Contoh yang paling kontroversial itu hubungan buruk antara Floyd Mayweather junior dengan sang ayah. Berulang kali sang Super Star dengan julukan Money itu menegaskan kesuksesannya tidak ada kaitan dengab sang ayah.
Sementara Tim Tszyu secara terbuka menyatakan kesuksesannya mutlak ada peran ayahnya sangat besar. "Tanpa Kostya (ayah), saya pasti tidak akan bisa seperti ini!" katanya.
Peryarungan Tim Tszyu vs Sebastian Fundora akan disiarkan langsung tvone, Minggu, 31 Maret 2024 pukul 09.00 WIB.
Lalu, berapa bayaran yang akan diterima Fundora? Meski sempat protes, namun Tom Brown tetap pada keputusannya memberi 3 juta dolar untuk Fundora atau setara Rp 47, 625 miliar. Ini juga menjadi rekor bayaran terbesar bagi petinju berusia 26 tahun itu.
Artikel Terkait
Tampilan Detil Hollywood Nights Nike Kobe
Fadil Imran Dorong PBSI Jadi Pelopor Laboratorium Sport Science di Indonesia
Pengundian Piala Dunia Bola Basket U17 2024, Amerika Kandidat Kuat Juara
Timnas Indonesia Pantang Berpuas Diri, Skenario Lolos Piala Dunia 2026 Masih Panjang
Para-Atletik Indonesia Terus Berburu Tiket Paralimpiade 2024