SporlinkNews - Tyson Fury menderita kekalahan pertama dalam karir profesionalnya pada Minggu (19/5). Sabuk juara kelas berat versi WBC berpindah ke pinggang Oleksandr Usyk.
Oleksandr Usyk pun didaulat sebagai juara sejati. Bukan hanya sabuk WBC, petinju Ukraina itu juga memegang gelar juara versi WBA, WBO dan IBF.
Sebaliknya, Tyson Fury bisa kehilangan sebagian besar hadiah uangnya dari pertarungan tak terbantahkan dengan Oleksandr Usyk, menurut platform analitik.
Raja Gipsi bersuia 35 tahun, menderita kekalahan pertama dalam karir profesionalnya di Riyadh, Arab Saudi, saat lawannya dari Ukraina dinobatkan sebagai juara dunia kelas berat yang tak terbantahkan.
Oleksander Usyk mengamankan kemenangan melalui keputusan terpisah (split-decision) namun apa pun hasilnya, kedua petinju tersebut siap untuk memecahkan rekor gajian.
Meski angka akhirnya belum bisa dikonfirmasi. Promotor Bob Arum sebelumnya menyatakan bahwa Tyson Fury bisa memperoleh lebih dari 80 poundsterling (Rp1,6 triliun) untuk mengambil bagian dalam pertarungan bersejarah tersebut. Dia bisa kehilangan separohnya atau sekitar Rp810 miliar.
Baca Juga: Rampas Sabuk WBC Tyson Fury, Oleksandr Usyk Malah Dilarikan ke Rumah Sakit
Meskipun demikian, undang-undang perpajakan dan asuransi nasional di Inggris dapat mengakibatkan hilangnya sebagian besar dana tersebut.
Menurut Stocklytics, Tyson Fury harus membayar lebih dari 44 juta poundsterling atau sekitar Rp891 miliar pajak penghasilan dan sekitar 2 juta poundsterling (Rp40 miliar) asuransi nasional jika dia ingin mendapatkan 100 juta poundsterling (Rp2 triliun) dari pertandingan tinju.
Ini akan memberinya total dana hadiah lebih dari 53 juta poundsterling atau Rp1.074 triliun.
Baca Juga: Tingkatkan Kecepatan Lari Anda dengan Latihan, Jangan Tertipu Mitos Ini, Kata Para Ilmuwan
Seorang juru bicara Stocklytics mengatakan kepada The Mirror: “Jika Anda adalah penduduk Inggris, Anda harus membayar pajak atas penghasilan di luar negeri dengan cara yang sama, dan itu tetap sama tidak peduli berapa banyak penghasilan seseorang.
“Nasihat perpajakan yang baik selalu penting dan dalam hal ini Anda dapat yakin bahwa kubu Fury akan mempertimbangkan kesepakatan yang paling menguntungkan.”
Artikel Terkait
Aktris Cina Zhao Lusi Bawa Obor Olimpiade Paris 2024, Penggemar Histeris
Klub Milik Erick Thohir Promosi ke Divisi Championship, Peluang Pemain Timnas Indonesia Bermain di Liga Inggris
Irak Sudah Siap Hadapi Timnas Indonesia, 3 Hal Telah Disiapkan di Jakarta
Klasemen Proliga 2024 Putaran Pertama: STIN BIN dan Popsivo Polwan Catat Keunggulan
Elkan Baggott Laris Manis Diminati 5 Klub Liga Inggris, tapi Tak yang Main di Premier League