SportlinkNews - Ryan Garcia tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya dari tinju. Dia marah setelah dua tes postif narkoba.
Mantan Juara Kelas Ringan Sementara WBC berusia 25 tahun itu membuat pengumuman tersebut melalui serangkaian tweet pada hari Rabu (19/6).
"Saya resmi pensiun," tulis Garcia, tiga jam setelah berkata, "Saya hanya ingin menjatuhkan koin meme saya dan melarikan diri serta mencintai semua orang dari jauh."
Baca Juga: Berulah di Hotel, Ryan Garcia Ditangkap Polisi LA
Petinju Amerika itu jelas sangat marah saat menunggu keputusan dari Komisi Atletik Negara Bagian New York mengenai kemungkinan larangan bermain.
Hal ini terjadi setelah dua tes narkoba positif pada bulan Mei dari sampel yang diambil sehari sebelumnya dan pada hari kemenangan terbarunya melawan Devin Haney.
“Ibu mengidap kanker, aku digugat, suplemenku tercemar, sedang dalam proses perceraian, selalu mendapat perbincangan buruk di internet, bertahun-tahun Devin meminta agar kemenanganku dicabut, aku mendapatkan terpukul dengan segalanya, saya masih mencintai Tuhan, Dia adalah segalanya," cuit Ryan Garcia.
Baca Juga: Ryan Garcia Robohkan Devin Haney Tiga Kali
Ryan Garcia kemudian menambahkan bahwa "Tinju akan baik-baik saja tanpa saya," sebelum mengakui, "Tapi tetap saja menyebalkan. Saya bersenang-senang dalam permainan...Dan menyenangkan untuk memukul orang."
Kemenangan keputusan mayoritas Ryan Garcia melawan Devin Haney pada akhir April telah lama diselimuti kontroversi setelah dua suplemen yang dikonsumsi Garcia dilaporkan menunjukkan adanya zat terlarang Ostarine, menurut Laboratorium Penelitian dan Pengujian Kedokteran Olahraga, melalui ESPN.
Belakangan, sampel B Garcia juga ditemukan mengandung ostarine, ESPN melaporkan.
Baca Juga: Conor McGregor Minta Ryan Garcia Dilarang Tinju Seumur Hidup
Sepanjang cobaan tersebut, Ryan Garcia telah berulang kali dan dengan keras membantah menggunakan zat tersebut.
"Ini menegaskan apa yang secara konsisten kami pertahankan: Ryan adalah korban kontaminasi suplemen dan tidak pernah dengan sengaja menggunakan zat terlarang atau zat peningkat kinerja," kata pengacaranya dalam sebuah pernyataan, melalui USA Today.
Artikel Terkait
Copa America 2024: Mengulik Kekuatan 4 Kandidat Juara
Euro 2024: Kylian Mbappe Tergoda Kembali saat Prancis Vs Belanda
Euro 2024: Utak Atik Taktik dan Statistik Slovakia Vs Ukraina
Hasil Euro 2024: Kuasai Permainan, Spanyol Jegal Italia Lewat Gol Bunuh Diri
Euro 2024: Donnarumma Sebut Italia Bikin Kesalahan, tapi Nasib Masih di Tangan