SportlinkNews - Anti-Doping Organization Indonesia (IADO) menandatangani perjanjian kegiatan anti-doping dengan organisasi olahraga tinju yang baru, PERBATI (Pengurus Besar Tinju Indonesia).
Ini merupakan pembaruan nota kesepahaman (MoU) dari organisasi tinju sebelumnya, Pertina pada 10 November 2023.
Seperti diketahui bila Pertina (Persatuan Tinju Amatir Indonesia) kini tidak lagi diakui oleh Komite Olimpiade (NOC) Indonesia.
Baca Juga: Bukan Fun Bike Kaleng-kaleng, Siapa Mau Hadiah Sepeda Motor Listrik
Ini seiring dengan keluarnya keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang hanya mengakui induk organisasi tinju yang berafiliasi dengan World Boxing.
Karena Pertina tidak memutuskan mau bergabung dengan World Boxing, maka dalam Rapat Eksekutif, 7 April lalu, maka NOC Indonesia menghentikan Pertina sebagai anggotanya.
Kerja sama pun kini dialihkan kepada PERBATI, yang kini resmi diakui oleh NOC Indonesia sebagai induk cabang olahraga tinju yang baru.
Baca Juga: Ultra Marathon Run To Care Kembali Digelar Tempuh 150Km Keliling Jakarta
Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Ketua Umum IADO Gatot S. Dewa Broto dan Ketua Umum PERBATI Ray Zulham Farras Nugraha, yang disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat dan staf dari kedua belah pihak.
"IADO tidak dalam posisi menilai dinamika internal keolahragaan tinju nasional. Namun, dasar hukum yang kuat dari surat NOC Indonesia dan surat dari PERBATI memungkinkan kami mendukung keberadaan PERBATI dan mengikatnya dalam bentuk MoU," ujar Gatot di Kantor IADO, Plaza FX Jakarta, Selasa, 20 Mei 2025.
Langkah IADO juga sejalan dengan kebijakan World Anti-Doping Agency (WADA). Saat audit WADA pada April 2023, IADO diminta mempercepat proses kerja sama formal dengan seluruh induk organisasi olahraga nasional.
Baca Juga: Imran Nahumarury, Dobrak Dominasi Asing di Pelatih Terbaik Liga 1 2024/25
Hingga 15 Desember 2023, IADO telah menandatangani 69 MoU dengan berbagai entitas olahraga di Indonesia. Kini, kehadiran PERBATI menambah daftar tersebut menjadi 70.
Dalam penjelasannya kepada PERBATI, Gatot menegaskan bahwa laporan penandatanganan MoU ini akan segera dikirimkan ke WADA sebagai bentuk akuntabilitas dan kepatuhan terhadap standar anti-doping internasional.