"Atlet tidak bisa menoreh prestasi tanpa dukungan semua pihak yang terkait seperti pelatih, manajer serta manajemen yang sehat. Nah disinilah kami hadir untuk memberikan pelayanan dan manajerial organisasi yang tertata dengan baik," ujarnya.
Tentu ini akan jadi sejarah jika HBL kelak menjadi wanita nomor satu di PP Pertina untuk menggantikan Mayjen TNI (purn) Komaruddin Simanjuntak yang masa jabatannya berakhir tahun ini.
Politikus Partai Demokrat ini mengaku sudah menyiapkan program kedepan jika dipercaya menjadi Ketum PP Pertina. Anggota Komisi XI DPR RI ini mengatakan untuk mencapai prestasi itu tidak hanya menekankan pada atlet tapi dukungan semua pihak.
Baca Juga: Bukan Kaleng-kaleng Skuat Naturalisasi Malaysia Habisi Vietnam 4-0, Pelatih Kim Sang-sik Minta Maaf
"Bukan hanya atlet yang dituntut berprestasi, tapi juga meningkatkan kualitas wasit, hakim atau juri pertandingan, manajer serta perangkat lainnya," ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dengan pihak luar seperti media, sponsor dan lainnya untuk menggelar event yang rutin sehingga atlet menunjukkan kualitas.
HBL mengacu pada cabang olahraga e-sport yang dibinanya di Sulawesi Utara. Ia membangun Yayasan HBL Foundation pada tahun 2000 untuk meningkatkan prestasi dengan menggelar event secara rutin.
"Kami ingin menjadikan Pertina sebagai olahraga yang entertainment dengan program event reguler yang bisa ditayangkan nasional, bahkan akan melibatkan publik figur untuk membangunkan kembali olahraga tinju amatir kita," pungkasnya.
Baca Juga: Sejak Kecil Doyan Berantem, La Paene Masara dari Debu Jalanan hingga Terbang ke Olimpiade
Musyawarah Nasional (Munas) PP Pertina sendiri akan digelar di Jakarta pada 25 Juni 2025.