SportlinkNews - Hadiah jam tangan mewah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada para pemain Timnas Indonesia usai memastikan tiket ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi sorotan publik.
Hadiah itu terungkap setelah salah satu pemain mengunggah video di media sosialnya yang menunjukkan setiap pemain menerima jam tangan bermerek Rolex tersebut.
Meskipun banyak pihak mengapresiasi perhatian Presiden terhadap perjuangan skuad Garuda, kritik juga bermunculan. Apalagi di tengah efisiensi yang disuarakan oleh Presiden sendiri.
Baca Juga: Indonesia Dapat Tawaran Emas Jadi Tuan Rumah Dua Event Besar BWF
Kritik salah satunya datang dari mantan atlet wushu nasional, Lindswell Kwok. Ia mempertanyakan keadilan pemerintah dalam memberikan perhatian kepada seluruh cabang olahraga di Indonesia.
"Tentu bangga dengan prestasi sejawat. Tapi sudah adil belum pemerintah dalam memfasilitasi atlet-atletnya?" tulis Lindswell dalam unggahannya.
Ia menyoroti ketimpangan alokasi anggaran antar cabang olahraga, yang menurutnya sangat timpang, di mana sepak bola bisa mendapat anggaran hampir Rp200 miliar, sedangkan cabang lain hanya Rp10-30 miliar.
Baca Juga: Pelatih Jepang Ungkap Kunci Kemenangan Telak atas Timnas Indonesia
Lindswell juga menyinggung kondisi atlet wushu junior yang dipulangkan dari pelatnas dengan alasan efisiensi anggaran, meskipun mereka tengah dipersiapkan untuk ajang Youth Olympic Games 2026.
"Mereka masih anak-anak... Tapi lantas apa boleh dipulangkan via Zoom dengan alasan efisiensi?" ungkapnya.
Bukan hanya Lindswell, tetapi komunitas pesepakbola perempuan pun turut mengeritik. Pasalnya, nilai total jam tangan tersebut dinilai bisa membiayai Liga 1 Putri yang tertunda selama 8 tahun sejak 2019 hingga 2027.
Baca Juga: Kluivert Tegaskan Fokus Timnas Indonesia Beralih ke Putaran 4 Usai Kekalahan dari Jepang
Diperkirakan nilai total hadiah jam tangan merek Rolex itu berkisar Rp 14 miliar. Petisi pun langsung muncul agar PSSI menempati janji.
Seperti yang diketahui Liga 1 Putri yang seharusnya di gelar pada 2024 mundur diselenggarakan hingga 2027 dengan alasan jumlah pemain putri usia siap kompetisi senior masih belum mencukupi.
Menanggapi sorotan publik ini, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hadiah jam tangan yang diberikan Presiden Prabowo kepada Timnas Indonesia tidak menggunakan dana negara, melainkan berasal dari dana pribadi Presiden.
Baca Juga: Aksi Empat Jebolan NBA di Laga Pelita Jaya vs Hangtuah
"Pakai uang pribadi, itu pasti. Enggak ada pakai uang negara, itu hanya bentuk dukungan beliau," ujar Prasetyo, dikutip dari Antara, Selasa, 10 Juni 2025.
Prasetyo menambahkan bahwa dukungan terhadap tim nasional harus dilihat sebagai bagian dari semangat nasionalisme.
Ia mengajak masyarakat untuk memberikan semangat, bukan hanya kritik, terhadap perjuangan atlet nasional di lapangan.
"Cetak gol, semua rakyat Indonesia senang. Sudah enggak lagi nanya, 'Anda dari mana?' Semua senang. Kalau mainnya kurang bagus, kita kasih semangat," pungkasnya.
Artikel Terkait
PSSI Gelar Kongres 2025, Erick Thohir Tegaskan Komitmen Bangun Sepak Bola Berkelanjutan
Hasil Kongres PSSI: Perubahan Statuta PSSI, Daerah Jadi Ujung Tombak Sepak Bola Nasional
Presiden Prabowo Subianto Disetujui Jadi Dewan Kehormatan PSSI, Bangun Sinergi PSSI dan Pemerintah
PSSI Sahkan Perubahan Nama dan Domisili 7 Klub dalam Kongres Biasa 2025
Persiapan Liga 1 2025/26, LIB Gelar Koordinasi dengan Komite Wasit PSSI