Ketua Umum PERBATI, Ray Zulham Farras Nugraha, menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing tinju Indonesia di level Asia dan dunia.
Menurutnya, keterlibatan petinju profesional justru dapat memperkaya kualitas tim nasional, terutama dalam menghadapi persaingan yang kian ketat di ajang internasional. Fenomena ini dinilainya bukan hal baru di kawasan Asia.
Sekretaris Jenderal PERBATI, Hengky Silatang mengatakan, Filipina dan Thailand telah terlebih dahulu memanfaatkan regulasi tersebut.
Baca Juga: AVC Cup 2026: PBVSI Kantongi 32 Nama Putri, Putra Tunggu Pelatih Baru
Salah satu nama yang disorot adalah Eumir Felic Marcial, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 asal Filipina, yang meski berstatus petinju profesional tetap tampil membela negaranya di ajang multi-event.
"Marcial bahkan berada di bawah manajemen legenda tinju Manny Pacquiao dan telah mencatat rekor tak terkalahkan dalam tujuh laga profesional," kata Hengky.
"Karena itu, kami membuka kesempatan bagi petinju profesional Indonesia untuk memperkuat tim nasional di SEA Games, Asian Games, dan kualifikasi Olimpiade," ucapnya lagi.
Baca Juga: Tim Putri Indonesia Bidik Start Positif Hadapi Hong Kong di BATC 2026
Wakil Sekretaris Jenderal II PERBATI, Muhamad Arisa Putra Pohan, menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan buah dari keanggotaan resmi PERBATI di World Boxing.
Ia menilai adaptasi terhadap regulasi global menjadi keharusan agar tinju amatir Indonesia mampu mengikuti dinamika internasional dan memperluas sumber talenta, tidak terbatas pada jalur amatir semata.
Menurutnya ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi oleh petinju profesional yang ingin bergabung. Pertama, petinju harus menjalani dan lolos pemeriksaan medis sesuai standar yang ditetapkan PERBATI.
Baca Juga: Marc Marquez Catat Waktu Tercepat di Tes MotoGP Sepang, Fabio Quartararo Terjatuh
"Kedua, petinju wajib mengajukan surat pengunduran diri dari badan atau promotor profesional tempatnya bernaung. Ketiga, mereka harus menyatakan kesediaan tertulis untuk mematuhi seluruh regulasi PERBATI," imbuhnya.
Dengan regulasi baru ini, pihaknya berharap akan lahir era pembinaan tinju nasional yang lebih inklusif dan kompetitif, sekaligus membuka jalan lebih lebar bagi petinju Indonesia untuk bersaing dan berprestasi di panggung dunia.