tinju

Tragis, Petinju Juara Dunia Dua Kali Tewas Ditembak di Luar Rumahnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:46 WIB
Tragis nasib petinju dua kali juara dunia Zolani Tete asal Afrika Selatan.

SportlinkNews - Tragis nasib petinju dua kali juara dunia. Zolani Tete, petinju asal Afrika Selatan, tewas ditembak dalam sebuah penyergapan di luar rumahnya di Mdantsane, provinsi Eastern Cape.

Menurut BBC, Zolani Tete sedang duduk di dalam mobilnya menunggu gerbang terbuka ketika dua tersangka yang mengenakan penutup wajah keluar dari kendaraan dan melepaskan tembakan.

Pihak berwenang Afrika Selatan menyatakan para pelaku melepaskan beberapa tembakan ke arah Zolani Tete dan wanita yang bersamanya. Kedua tersangka kemudian melarikan diri.

Baca Juga: Tutup TC Thailand dengan Kemenangan, Shin Tae-yong Puji Performa Persija

Menteri Olahraga, Kesenian, dan Kebudayaan Afrika Selatan, Gayton McKenzie, mengonfirmasi kematian Zolani Tete dan menyebutnya sebagai salah satu petinju terbaik yang pernah dihasilkan negara tersebut.

Pada usia 38 tahun, Tete merupakan juara tinju dunia dua kali. Ia pernah memegang gelar juara kelas terbang super IBF pada tahun 2014 dan kemudian menjadi juara kelas bantam WBO dari tahun 2017 hingga 2019.

Sepanjang kariernya, Tete telah menjalani delapan pertarungan di Inggris, termasuk mengalahkan petinju tuan rumah Paul Butler pada tahun 2015.

Baca Juga: Tambahan Anggaran Buka Jalan Wushu TC ke China, 12 Atlet Bidik Emas Asian Games 2026

Ia juga memegang Rekor Dunia Guinness untuk kemenangan KO tercepat dalam pertarungan perebutan gelar juara dunia, dengan mengalahkan Siboniso Gonya hanya dalam waktu 11 detik pada tahun 2017.

Tete memiliki rekor 29 kemenangan dari 34 pertarungan, serta 4 kekalahan dan 1 pertarungan yang dibatalkan hasilnya.

Pertarungan terakhirnya berlangsung pada Juli 2022 di London, di mana Tete mengalahkan Jason Cunningham melalui KO. Namun, hasil tersebut kemudian dibatalkan karena Tete gagal dalam tes doping.

Petinju Afrika Selatan tersebut dinyatakan positif menggunakan stanozolol, sejenis steroid anabolik, dan dijatuhi larangan bertanding selama empat tahun oleh Badan Anti-Doping Inggris (UKAD). Masa hukuman larangan bertanding tersebut berakhir pada 29 Juli 2026.

Baca Juga: Evolusi dan Dampak Sport Science pada Performa Atletik

Menurut manajernya, Mla Tengimphene, Tete sedang berlatih untuk mempersiapkan diri kembali ke atas ring setelah masa hukumannya usai. Rencana itu tidak pernah terwujud karena mantan juara dunia tersebut tewas dibunuh di rumahnya sendiri.

Halaman:

Tags

Terkini