Dalam konferensi pers, ia justru mengingatkan bahwa setelah mengalahkannya, karier Martins merosot tajam hingga harus keluar dari UFC tanpa kemenangan dalam enam laga berturut-turut.
Baca Juga: Gregoria Mariska Tunjung Lolos ke Perempat Final India Open 2025 Usai Taklukkan Tunggal Putri Jepang
“Martins bukan sosok yang bisa membantu Arman berkembang,” kata Makhachev dengan tenang.
Makhachev juga menyatakan keyakinannya untuk mengalahkan Tsarukyan dalam pertemuan kedua mereka.
Ia berharap tidak ada trilogi pertarungan di masa depan antara dirinya dan Tsarukyan, karena ingin fokus pada generasi baru dan tantangan lain di divisi yang disebutnya sebagai salah satu yang paling kompetitif di UFC.
Baca Juga: Bojan Hodak: Terlalu Banyak Pemain Baru, Bikin Suasana Ruang Ganti Jadi Tidak Bagus
“Saya tidak ingin bertarung tiga kali melawan orang yang sama. Ada banyak petarung baru yang tangguh di divisi ini,” jelasnya.
Makhachev menambahkan bahwa dirinya masih lapar akan pencapaian di oktagon, termasuk mempertahankan gelar dan bahkan mengejar gelar di divisi lain.
Meskipun fokusnya tertuju pada pertarungan melawan Tsarukyan, Makhachev tidak pernah memikirkan siapa lawan berikutnya.
Baca Juga: Terima Audiensi IMI Pusat dan WRC, Menpora Dito Dukung Gelaran WRC di Indonesia
“Saya hanya perlu kontrak, dan saya akan melawan siapa saja,” tegasnya. Sikap ini mencerminkan tekad Makhachev untuk terus menjaga dominasinya di UFC.
Dengan pendekatan mental yang kuat dan persiapan matang, Islam Makhachev tetap menjadi favorit di UFC 311, sementara Tsarukyan harus membuktikan bahwa intimidasi dan strategi latih tandingnya dapat membuahkan hasil di atas oktagon.***