Saat ini, rekor tersebut masih dipegang oleh Honda sejak 2014, di mana HRC meraih 14 kemenangan dalam satu musim.
Ketika itu, Dani Pedrosa turut menyumbang satu kemenangan di GP Republik Ceko, melengkapi 13 kemenangan Marquez.
Honda juga pernah mencatatkan 13 kemenangan pada 2011, saat Casey Stoner menang 10 kali dan Pedrosa meraih tiga kemenangan tambahan.
Pada MotoGP 2024, kombinasi Bagnaia dan Enea Bastianini berhasil menyamai rekor tersebut dengan total 13 kemenangan untuk Ducati.
Baca Juga: Catatan Duel Barcelona vs Benfica: Siapa yang akan Lolos ke Perempat Final Liga Champions?
Oleh karena itu, jika Ducati gagal meraih setidaknya 14 kemenangan pada 2025, hal itu akan dianggap sebagai kemunduran bagi tim pabrikan Italia tersebut.
Selain peluang Ducati mendominasi, MotoGP 2025 juga berpotensi menjadi musim dengan jumlah pemenang balapan paling sedikit dalam sejarah kejuaraan.
Rekor jumlah pemenang grand prix paling sedikit dalam satu musim terjadi pada 2012, ketika hanya tiga pembalap yang mampu memenangkan balapan.
Baca Juga: Langkah Manis Barcelona di Awal Tahun, Hansi Flick Menyamai Rekor Xavi
Saat itu, Dani Pedrosa meraih tujuh kemenangan, Casey Stoner lima kemenangan, dan Jorge Lorenzo enam kemenangan.
Situasi serupa juga pernah terjadi pada 2015, dengan empat pembalap berbagi kemenangan, yakni Lorenzo (7), Marquez (5), Valentino Rossi (4), dan Pedrosa (2).
Pada MotoGP 2024, hanya lima pembalap yang berhasil memenangkan balapan.
Baca Juga: Pertandingan di Liga Jerman Rusuh Antara Pemain dan Ofisial
Bagnaia menjadi yang terbanyak dengan 11 kemenangan, sementara Jorge Martin meraih tiga kemenangan, Marquez tiga kemenangan, Bastianini dua kemenangan, dan Maverick Vinales satu kemenangan.
Artikel Terkait
Musim Wembanyama Berakhir, Spurs Harus Bidik Talenta Baru di NBA Draft
Lima Fakta Menarik di Balik Kemenangan Aston Villa atas Celsea, Ada Dua Sosok Debutan
Saling Geser di Atas, Barcelona Menang Kontroversi di Las Palmas
Sontekan Keren Dani Olmo Antar Barcelona Gusur Atletico dalam Semalam
Ronaldo Meledak Dalam Kemarahan, Jhon Duran Dikeluarkan karena Menampar Lawan