Tardozzi menilai bahwa Marquez kini lebih tenang dalam menghadapi tekanan, tidak terburu-buru, dan lebih strategis dalam balapan.
Baca Juga: Timnas Sepak Bola Pantai Indonesia Kalah Telak di Laga Pembuka AFC Beach Soccer Asian Cup 2025
Karakter agresifnya tetap ada, tetapi kini lebih terkendali dan digunakan secara positif.
Hingga saat ini, belum ada pembalap yang mampu menandingi kecepatan Marquez.
Bahkan rekan setimnya sendiri, Bagnaia, masih kesulitan beradaptasi dengan motor barunya.
Baca Juga: Jerman Vs Italia: Kehilangan Calafiori dan Cambiaso, Azzurri Kedatangan Zaccagni
Tardozzi menyebut satu-satunya ancaman terbesar bagi Marquez adalah Jorge Martin.
Namun, Martin masih belum bisa turun ke lintasan karena cedera yang dideritanya saat tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia.
“Ujian sesungguhnya bagi Marquez akan datang saat Jorge Martin kembali ke performa terbaiknya."
Baca Juga: Presiden FIGC: Sepak Bola Italia Mengalami Evolusi, Azzurri Pantas Mendapatkan Lebih
"Selain itu, Pecco (Bagnaia) juga bisa kembali tampil kuat,” kata Tardozzi.
Musim lalu, Martin dikenal sebagai pembalap tercepat di lintasan saat masih membela Prima Pramac Ducati.
Ia sering mencatatkan lap terbaik dan menjadi rival utama Bagnaia dalam perebutan gelar juara.
Baca Juga: LaLiga Academy Vietnam Ajak 70 Pesepak Bola Kampanyekan Lawan Bullying
Namun, musim ini Martin menghadapi tantangan baru setelah pindah ke Aprilia.
Artikel Terkait
Myles Lewis Skelly Cetak Gol Bersejarah di Debutnya Bersama Timnas Inggris
River Plate Pamerkan Dukungan Suporternya Jelang Piala Dunia Antarklub FIFA 2025
Agresivitas Dewa United Banten Hentikan Ambisi Pacific Caesar Surabaya di Pekan ke-9 IBL 2025
Indonesia Vs Bahrain, Jassim Marhoon: Pertandingan di Bulan Ramadan Lebih Menantang
Update Kondisi Mees Hilgers dan Sandy Walsh Jelang Melawan Bahrain, Begini Penjelasan Dokter Timnas Indonesia